Daily Archives: November 18, 2017

Bahan Praktek ISO 9001 tentang Standar Sistem Manajemen Mutu

Published by:

Petunjuk pelaksanaan

  • Praktek ini bersifat perorangan.
  • Pelajari dan lengkapi wawasan berkaitan dengan topik tersebut di bawah.
    • Catat dan cantumkan semua referensi tambahan baik yang berupa buku,
    • maupun domain name di internet, sebagai daftar pustaka.
  • Pilih salah satu topik penelitian yang dapat diangkat dari penerapan ISO 9001 tentang Standar Sistem Manajemen Mutu di Indonesia tersebut.
    • Rangkum materi yang berseusaian dalam bentuk latar belakang permasalahan,
    • dan susun kembali dalam bentuk paragraf awal dari sebuah abstrak.
  • Rumuskan sebuah hipotesis sebagai alternatif terbaik solusi permasalahan tersebut di atas.
    • Pilih salah satu pendekatan kwalitatif yang paling tepat, dengan bukti uji.
    • Susun hasilnya dalam bentuk paragraf akhir dari sebuah abstrak.
  • Kumpulkan hasil akhir praktek dalam bentuk abstrak sebuah penelitian ilmiah, lengkap dengan :
    • Judul penelitian
    • Nama peneliti
    • Abstrak yang terdiri dari minimal dua paragraf
    • Daftar pustaka.

Bahan Praktek : ISO 9001 Tentang Standar Sistem Manajemen Mutu

Tantangan global yang dihadapi dunia tidak dapat dihindari, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, mau tidak mau semua pihak dituntut untuk mempersiapkan diri agar mampu bertahan dalam menghadapi kondisi tersebut.

Seiring dengan globalisasi sistem informasi dan perdagangan, standarisasi sistem manajemen mutu telah menjadi isu utama, sehingga semua lembaga baik pemerintah maupun swasta perlu menyiapkan kerangka sistem mutu lembaganya kearah yang diinginkan sesuai dengan sasaran atau tujuan akhir yang telah ditetapkan oleh lembaga tersebut, termasuk kesesuaian dengan keinginan yang diharapkan oleh pelanggan dan atau mitra kerja lembaga bersangkutan.

Silahkan unduh filenya dibawah ini

Download Here

Perencanaan SDM Perilaku Organisasi

Published by:

Konsep Perencanaan SDM

Merupakan proses pemenuhan TK sesuai dengan kebutuhan (kuantitas) organisasi pada waktu yang tepat, termasuk aktivitas merencanakan jumlah, jenis dan kualitas TK dimasa depan; dan merancang program implementasinya seperti penarikan, seleksi, kompensasi, pelatihan, pengembangan SDM dan kebutuhan pemenuhan informasi TK untuk keperluan perencanaan strategi bisnis

 

PENGERTIAN

Perencanaan SDM Bertujuan untuk menghindari adanya kelebihan atau kekurangan tenaga kerja dengan melaksanakan penempatan yang sesuai pada waktu yang tepat, sesuai dengan kebutuhan, dengan maksud agar perusahaan dapat menekan biaya operasinya sekecil mungkin.

 

Perencanaan SDM

Paradigma Nilai Tambah Termasuk :

Konsentrasi pada Pengadaan (delivery)

Memahami mengapa sesuatu bisa dilaksanakan

Kuasai Kompentensi SDM

Perluas Batas-Batas (Extending Boundaries)

Ukur Dampak Impementasi SDM

 

File ini bisa diunduh gratis dibawah ini

Download Here

 

Modul Pelatihan dan Pengembangan SDM

Published by:

Latar Belakang

Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia telah dilakukan dengan berbagai pendekatan yang bersifat konvensional (pedagogis)

Definisi

Pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seorang individu. Pelatihan berkenaan dengan perolehan keahlian-keahlian atau pengetahuan tertentu.

Tujuan Pelatihan

  • Memutakhirkan keahlian seorang individu sejalan dengan perubahan teknologi. Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru.
  • Mengurangi waktu belajar seorang individu baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan.
  • Membantu memecahkan persoalan operasional.
  • Mengorientasikan setiap individu terhadap organisasi.

Manfaat Pelatihan

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas
  • Mengurangi waktu belajar yang diperlukan setiap individu untuk mencapai standard-standar kinerja yang dapat diterima
  • Menciptakan sikap, loyalitas, kerja sama yang lebih menguntungkan
  • Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia
  • Mengurangi jumlah dan biaya kecelakaan kerja
  • Membantu setiap individu dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka

File ini bisa diunduh dibawah ini

Download Here

Informasi Bagi Manajer

Published by:

Informasi Bagi Manajer

Dalam menjalankan fungsinya, manajer sangat membutuhkan informasi untuk membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya, serta menjadikannya sebagai dasar pengendalian.

Peranan informasi terhadap keputusan manajerial.

Semakin lengkap informasi yang diperoleh manajer, mereka akan semakin memiliki kepastian dalam mengambil keputusan.

INGAT tingkatan manajer dalam suatu organisasi.

Tantangan Manajer

Terdapat tiga tantangan yang saling berhubungan yang dihadapi para manajer ketika berhubungan dengan perubahan dunia yang sangat cepat, yaitu :

  • Perlunya memiliki visi
  • Perlunya etika
  • Perlunya kepekaan untuk menanggapi keanekaragaman budaya.

Sejumlah langkah dirumuskan para manajer dalam menghadapi tantangan tsb. Yang perlu diutamakan adalah prioritas pembangunan suatu sistem yang mampu mengalirkan informasi secara akurat dan cepat.

Dalam membangun sistem, manajer dapat menghimpun kekuatan dari kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki para stafnya maupun latar belakang keilmuan yang berbeda-beda.

Perpaduan konsep keilmuan juga diperlukan untuk memperkaya dan menyempurnakan SI berbasis TI yang diharapkan dapat secara efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas informasi di dalam organisasi baik bisnis maupun non bisnis.

Memasuki Lingkungan SI

Sejumlah alasan rasional dihimpun untuk meyakinkan perlunya segera mempersiapkan diri memasuki lingkungan SI berbasis TI, antara lain :

  • Menjadi partisipan aktif dalam revolusi informasi
  • Meningkatkan kualitas SI
  • Memperbaiki proses pembuatan keputusan
  • Meningkatkan produktivitas
  • Kesempatan berkarir lebih besar.
Download Here

Menghibur Orang yang Sedang Berduka

Published by:

Pernahkah Anda merasa bingung saat sahabat Anda sedang berduka? Kadang, kita mungkin tidak tahu apa yang harus kita katakan atau lakukan, jadi kita diam saja. Tapi, ada hal-hal bagus yang bisa kita lakukan.

Kadang, kita hanya perlu menemani yang berduka dan mengucapkan kata-kata sederhana seperti ”saya ikut sedih ya”. Di banyak kebudayaan, menggenggam tangan atau memeluk seseorang adalah cara yang efektif untuk menunjukkan kepedulian Anda. Jika orang yang berduka ingin bicara, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Tapi, cara terbaik adalah membantu yang sedang berduka dengan tindakan Anda. Misalnya, membantu memasak, mengurus anak, atau mengurus pemakaman jika dibutuhkan. Tindakan-tindakan ini lebih penting daripada kata-kata.

Selain itu, Anda mungkin bisa membicarakan sifat-sifat bagus atau pengalaman baik dari yang meninggal. Ini bisa membuat yang berduka merasa senang. Misalnya, Pam kehilangan suaminya, Ian, enam tahun yang lalu. Pam berkata, ”Kadang orang membicarakan hal-hal bagus tentang Ian yang tidak pernah saya ketahui. Ini membuat hati saya senang.”

 Para peneliti melaporkan bahwa orang yang berduka pada awalnya menerima banyak bantuan. Tapi, tak lama kemudian, teman-teman mereka kembali sibuk dengan urusan masing-masing dan melupakan kebutuhan mereka. Maka, pastikan agar Anda secara rutin memeriksa keadaan mereka. * Banyak yang berduka sangat menghargai bantuan ini karena bisa menghibur mereka.

Misalnya, perhatikan contoh Kaori. Dia adalah wanita muda asal Jepang yang berduka karena kematian ibunya, dan kakak perempuannya 15 bulan kemudian. Untungnya, dia mendapat dukungan rutin dari teman-teman sejatinya. Salah satunya bernama Ritsuko, yang lebih tua dari Kaori. Ritsuko mau menjadi sahabat Kaori. Kaori berkata, ”Sejujurnya saya tidak senang. Saya tidak mau ada yang menggantikan Mama, dan sepertinya memang tidak ada yang bisa. Tapi, cara Mama Ritsuko memperlakukan saya membuat saya dekat dengannya. Setiap minggu, kami menginjil dan pergi ke pertemuan ibadah Kristen bersama. Dia mengajak saya minum teh, membawakan saya makanan, dan sering menulis surat serta kartu ucapan untuk saya. Tindakan baik Mama Ritsuko berpengaruh positif bagi saya.”

Ibu kandung Kaori sudah meninggal selama 12 tahun. Kini, Kaori dan suaminya adalah penginjil sepenuh waktu. Kaori berkata, ”Mama Ritsuko terus memeriksa keadaan saya. Saat pulang ke kota asal, saya selalu mengunjunginya dan menikmati pergaulan dengannya.”

Contoh lain adalah Poli, salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa di Siprus, yang merasakan manfaat dari dukungan rutin. Poli memiliki suami yang baik bernama Sozos, yang adalah gembala Kristen teladan. Sozos sering mengundang yatim piatu dan para janda ke rumahnya untuk makan dan bergaul. (Yakobus 1:27) Sayangnya, Sozos meninggal pada usia 53 tahun karena tumor otak. Poli berkata, ”Kami sudah menikah selama 33 tahun, tapi sekarang saya kehilangan suami yang setia.”

Sepasang suami istri membawakan makanan untuk ayah dan anak lelakinya

Carilah cara untuk membantu orang yang berduka

Setelah kematian suaminya, Poli pindah ke Kanada bersama Daniel, putra bungsunya yang berusia 15 tahun. Mereka bergabung dengan sidang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa di sana. Poli berkata, ”Teman-teman di sidang jemaat baru saya tidak tahu apa-apa tentang masa lalu dan keadaan kami yang sulit. Tapi, mereka terus mengunjungi dan menghibur kami melalui kata-kata dan juga memberi bantuan. Ini adalah bantuan yang berharga karena memang pada saat itu putra saya sangat membutuhkan papanya! Para pria yang mengambil pimpinan di sidang jemaat juga sangat peduli kepada Daniel. Salah satu dari mereka selalu mengajak Daniel saat ada acara kumpul-kumpul dan sepak bola.” Kini, keadaan mereka berdua sangat baik.

Tentulah ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu dan menghibur orang yang berduka. Alkitab juga menghibur kita dengan harapan yang mengharukan di masa depan.

GREEN INDUSTRY FACILITY PLAN (pdf)

Published by:

Latar Belakang

• Meningkatnya Pencemaran Lingkungan
• Persaingan Bisnis
• Tuntutan Owner/Lingkungan Sekitar Proyek
• Ketaatan terhadap Peraturan Pemerintah di bidang pengendalian pencemaran lingkungan

 

PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN INDUSTRI
1. Pencemaran sampah industri
2. Pencemaran limbah B3
3. Pencemaran air limbah
4. Pencemaran buangan emisi udara

PP Vision & Mission

Vision :
Menjadi Perusahaan Konstruksi dan Investasi yang Terkemuka yang
Memberikan Nilai Tambah Tinggi kepada Stakeholders.
Mission :
Menyediakan Jasa Konstruksi dan melakukan Investasi agar dapat
memberikan nilai tambah kepada para Stakeholder dengan dukungan
Struktur Keuangan yang Sehat, Efisien dan Inovatif, Program Green
sebagai salah satu keunggulan bersaing, Berwawasan Global serta
memiliki Karyawan Sejahtera.

Download Here

Implementasi Log Out Tag Out Unit Dump Truck Area sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja

Published by:

Penerapan LOTO di PT Petrokimia Gresik bertujuan untuk mengurangi potensi bahaya kecelakaan kerja di lapangan. Namun, potensi bahaya yang berkaitan dengan isolasi energi masih sering ditemukan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lockout/Tagout (LOTO) sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode
kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah Departemen Produksi dan Departemen
Pemeliharaan. Hasil dari enelitian ini adalah Energi yang digunakan dalam aktivitas mesin produksi di  di lapangan.  Prosedur pengendalian energi yang diatur dalam Standar LOTO dibagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pemasangan, dan tahap pelepasan. Peralatan LOTO  di lapangan telah tersedia lengkap meliputi gembok, label, dan perlengkapan penggembokan. Sosialisasi LOTO sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan telah disampaikan melalui beberapa kegiatan.
Kesimpulan penelitian ini adalah Penerapan peralatan LOTO dan sosialisasi LOTO sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan masih perlu diperbaiki.
Download Here

Panduan Dasar K3 (pdf)

Published by:

Materi Panduan Dasar K3 ini berisi 42 halaman ada 12 BAB sumbangan Bp. Rinto Erwiansa Putra anggota grup telegram (FSI) membahas tentang:

BAB I PENGERTIAN DAN ILMU PENGETAHUAN K3

1.1. PENGERTIAN K3 DAN SMK3

1.2. SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)

1.3. PENGERTIAN AUDIT K3 dan INSPEKSI K3

1.4. HUBUNGAN ELEMEN AUDIT DAN SIKLUS SMK3

1.5. HUBUNGAN ELEMEN SMK3 & KLAUSUL ISO 9001:2000

1.6. KECELAKAAN

1.7. B A H A Y A (HAZARD, DANGER)

1.8. MANAJEMEN RISIKO

1.9. ERGONOMIK

 

BAB II KONDISI LINGKUNGAN DAN BATAS PENCEMARAN

2.1. LINGKUNGAN FISIK

2.2. BAHAN KIMIA

2.3. RADIASI

2.4. BIOLOGI

2.5. GETARAN

 

BAB III BAHAN BAHAN BERBAHAYA

3.1. LOGAM PENYEBAB PENYAKIT

3.2. BAHAN PENYEBAB ALERGI PARU / ASMA

3.3. BAHAN BAHAN PENYEBAB RADANG KULIT

3.4. BAHAN BAHAN KIMIA PENYEBAB KANKER DI TEMPAT KERJA

3.5. KLASIFIKASI BAHAN-BAHAN BERBAHAYA

3.6. PENGENDALIAN BAHAN BERBAHAYA DENGAN MSDS

 

BAB IV ALAT DAN PAKAIAN PELINDUNG DIRI (APD)

4.1. DEFINISI

4.2. JENIS-JENIS APD

4.3. PEDOMAN PENYIMPANAN & PEMELIHARAAN APD

4.4. CONTOH FORMAT STANDAR APD

 

BAB V KESEHATAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

5.1. PELAYANAN DAN FASILITAS KESEHATAN

5.2. PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

5.3. DAFTAR PENYAKIT AKIBAT KERJA

5.4. METODA DIAGNOSTIK PENYAKIT AKIBAT KERJA

 

BAB VI KEBAKARAN, KONDISI DARURAT DAN PENANGGULANGANNYA

6.1. PENGERTIAN & KLASIFIKASI KEBAKARAN

6.2. ALAT PEMADAM KEBAKARAN PERMANEN

6.3. ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)

6.4. ALAT BANTU EVAKUASI (ABE)

6.5. UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN/DARURAT

6.6. TINDAKAN BILA TERJADI GEMPA

6.7. TINDAKAN BILA ADA ANCAMAN BOM

 

BAB VII PERKIRAAN BAHAYA KONDISI SUATU BANGUNAN

7.1. FUNGSI BANGUNAN

7.2. JENIS KONSTRUKSI BANGUNAN

7.3. TINGGI BANGUNAN

7.4. SITUASI BANGUNAN

7.5. PENGARUH KILAT

7.6. PERKIRAAN BAHAYA

 

BAB VIII PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

8.1. KOTAK / PETI P3K

8.2. JUMLAH PETUGAS P3K

8.3. PRINSIP PRINSIP POKOK PELAKSANAAN P3K

8.4. TINDAKAN TERHADAP KORBAN TAK SADAR/PINGSAN

8.5. PERTOLONGAN BANTUAN PERNAFASAN BUATAN

8.6. PROSEDUR TINDAKAN BANTUAN PERNAFASAN (Resusitasi Jantung Paru/RJP)

8.7. PERTOLONGAN TERHADAP BERBAGAI JENIS KORBAN

 

BAB IX KESELAMATAN OPERASI PERALATAN & INSTALASI

9.1. DAFTAR PERALATAN YANG HARUS DISERTIFIKASI

9.2. KESELAMATAN OPERASI ALAT (LOCKOUT & TAGOUT)

9.3. PENANDAAN INSTALASI PIPA SALURAN

9.4. PERSYARATAN INSTALASI PENYALUR PETIR

9.5. KESELAMATAN DI LIFT

9.6. PERALATAN YANG MENDAPATKAN PENGAWASAN

9.7. PENGGUNAAN WARNA PADA RAMBU-RAMBU

 

BAB X RENCANA DAN IMPLEMENTASI SMK3 DI PROYEK/PABRIK

10.1. MENYUSUN RENCANA/PROGRAM K3 DI PROYEK

10.2. CONTOH KERANGKA PROSEDUR K3

10.3. IMPLEMENSI SMK3 DI PROYEK

 

XI. DAFTAR PERUNDANG–UNDANGAN, PERATURAN–PERATURAN, DOKUMEN dan BUKUBUKU  RUJUKAN yang terkait dengan K-3

XII. RAMBU-RAMBU KESELAMATAN

 

Silahkan unduh filenya dibawah ini :

Download Here