Monthly Archives: November 2017

Menghibur Orang yang Sedang Berduka

Published by:

Pernahkah Anda merasa bingung saat sahabat Anda sedang berduka? Kadang, kita mungkin tidak tahu apa yang harus kita katakan atau lakukan, jadi kita diam saja. Tapi, ada hal-hal bagus yang bisa kita lakukan.

Kadang, kita hanya perlu menemani yang berduka dan mengucapkan kata-kata sederhana seperti ”saya ikut sedih ya”. Di banyak kebudayaan, menggenggam tangan atau memeluk seseorang adalah cara yang efektif untuk menunjukkan kepedulian Anda. Jika orang yang berduka ingin bicara, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Tapi, cara terbaik adalah membantu yang sedang berduka dengan tindakan Anda. Misalnya, membantu memasak, mengurus anak, atau mengurus pemakaman jika dibutuhkan. Tindakan-tindakan ini lebih penting daripada kata-kata.

Selain itu, Anda mungkin bisa membicarakan sifat-sifat bagus atau pengalaman baik dari yang meninggal. Ini bisa membuat yang berduka merasa senang. Misalnya, Pam kehilangan suaminya, Ian, enam tahun yang lalu. Pam berkata, ”Kadang orang membicarakan hal-hal bagus tentang Ian yang tidak pernah saya ketahui. Ini membuat hati saya senang.”

 Para peneliti melaporkan bahwa orang yang berduka pada awalnya menerima banyak bantuan. Tapi, tak lama kemudian, teman-teman mereka kembali sibuk dengan urusan masing-masing dan melupakan kebutuhan mereka. Maka, pastikan agar Anda secara rutin memeriksa keadaan mereka. * Banyak yang berduka sangat menghargai bantuan ini karena bisa menghibur mereka.

Misalnya, perhatikan contoh Kaori. Dia adalah wanita muda asal Jepang yang berduka karena kematian ibunya, dan kakak perempuannya 15 bulan kemudian. Untungnya, dia mendapat dukungan rutin dari teman-teman sejatinya. Salah satunya bernama Ritsuko, yang lebih tua dari Kaori. Ritsuko mau menjadi sahabat Kaori. Kaori berkata, ”Sejujurnya saya tidak senang. Saya tidak mau ada yang menggantikan Mama, dan sepertinya memang tidak ada yang bisa. Tapi, cara Mama Ritsuko memperlakukan saya membuat saya dekat dengannya. Setiap minggu, kami menginjil dan pergi ke pertemuan ibadah Kristen bersama. Dia mengajak saya minum teh, membawakan saya makanan, dan sering menulis surat serta kartu ucapan untuk saya. Tindakan baik Mama Ritsuko berpengaruh positif bagi saya.”

Ibu kandung Kaori sudah meninggal selama 12 tahun. Kini, Kaori dan suaminya adalah penginjil sepenuh waktu. Kaori berkata, ”Mama Ritsuko terus memeriksa keadaan saya. Saat pulang ke kota asal, saya selalu mengunjunginya dan menikmati pergaulan dengannya.”

Contoh lain adalah Poli, salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa di Siprus, yang merasakan manfaat dari dukungan rutin. Poli memiliki suami yang baik bernama Sozos, yang adalah gembala Kristen teladan. Sozos sering mengundang yatim piatu dan para janda ke rumahnya untuk makan dan bergaul. (Yakobus 1:27) Sayangnya, Sozos meninggal pada usia 53 tahun karena tumor otak. Poli berkata, ”Kami sudah menikah selama 33 tahun, tapi sekarang saya kehilangan suami yang setia.”

Sepasang suami istri membawakan makanan untuk ayah dan anak lelakinya

Carilah cara untuk membantu orang yang berduka

Setelah kematian suaminya, Poli pindah ke Kanada bersama Daniel, putra bungsunya yang berusia 15 tahun. Mereka bergabung dengan sidang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa di sana. Poli berkata, ”Teman-teman di sidang jemaat baru saya tidak tahu apa-apa tentang masa lalu dan keadaan kami yang sulit. Tapi, mereka terus mengunjungi dan menghibur kami melalui kata-kata dan juga memberi bantuan. Ini adalah bantuan yang berharga karena memang pada saat itu putra saya sangat membutuhkan papanya! Para pria yang mengambil pimpinan di sidang jemaat juga sangat peduli kepada Daniel. Salah satu dari mereka selalu mengajak Daniel saat ada acara kumpul-kumpul dan sepak bola.” Kini, keadaan mereka berdua sangat baik.

Tentulah ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu dan menghibur orang yang berduka. Alkitab juga menghibur kita dengan harapan yang mengharukan di masa depan.

GREEN INDUSTRY FACILITY PLAN (pdf)

Published by:

Latar Belakang

• Meningkatnya Pencemaran Lingkungan
• Persaingan Bisnis
• Tuntutan Owner/Lingkungan Sekitar Proyek
• Ketaatan terhadap Peraturan Pemerintah di bidang pengendalian pencemaran lingkungan

 

PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT KEGIATAN INDUSTRI
1. Pencemaran sampah industri
2. Pencemaran limbah B3
3. Pencemaran air limbah
4. Pencemaran buangan emisi udara

PP Vision & Mission

Vision :
Menjadi Perusahaan Konstruksi dan Investasi yang Terkemuka yang
Memberikan Nilai Tambah Tinggi kepada Stakeholders.
Mission :
Menyediakan Jasa Konstruksi dan melakukan Investasi agar dapat
memberikan nilai tambah kepada para Stakeholder dengan dukungan
Struktur Keuangan yang Sehat, Efisien dan Inovatif, Program Green
sebagai salah satu keunggulan bersaing, Berwawasan Global serta
memiliki Karyawan Sejahtera.

Download Here

Implementasi Log Out Tag Out Unit Dump Truck Area sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja

Published by:

Penerapan LOTO di PT Petrokimia Gresik bertujuan untuk mengurangi potensi bahaya kecelakaan kerja di lapangan. Namun, potensi bahaya yang berkaitan dengan isolasi energi masih sering ditemukan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lockout/Tagout (LOTO) sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode
kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah Departemen Produksi dan Departemen
Pemeliharaan. Hasil dari enelitian ini adalah Energi yang digunakan dalam aktivitas mesin produksi di  di lapangan.  Prosedur pengendalian energi yang diatur dalam Standar LOTO dibagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pemasangan, dan tahap pelepasan. Peralatan LOTO  di lapangan telah tersedia lengkap meliputi gembok, label, dan perlengkapan penggembokan. Sosialisasi LOTO sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan telah disampaikan melalui beberapa kegiatan.
Kesimpulan penelitian ini adalah Penerapan peralatan LOTO dan sosialisasi LOTO sebagai upaya pengendalian kecelakaan kerja di lapangan masih perlu diperbaiki.
Download Here

Panduan Dasar K3 (pdf)

Published by:

Materi Panduan Dasar K3 ini berisi 42 halaman ada 12 BAB sumbangan Bp. Rinto Erwiansa Putra anggota grup telegram (FSI) membahas tentang:

BAB I PENGERTIAN DAN ILMU PENGETAHUAN K3

1.1. PENGERTIAN K3 DAN SMK3

1.2. SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)

1.3. PENGERTIAN AUDIT K3 dan INSPEKSI K3

1.4. HUBUNGAN ELEMEN AUDIT DAN SIKLUS SMK3

1.5. HUBUNGAN ELEMEN SMK3 & KLAUSUL ISO 9001:2000

1.6. KECELAKAAN

1.7. B A H A Y A (HAZARD, DANGER)

1.8. MANAJEMEN RISIKO

1.9. ERGONOMIK

 

BAB II KONDISI LINGKUNGAN DAN BATAS PENCEMARAN

2.1. LINGKUNGAN FISIK

2.2. BAHAN KIMIA

2.3. RADIASI

2.4. BIOLOGI

2.5. GETARAN

 

BAB III BAHAN BAHAN BERBAHAYA

3.1. LOGAM PENYEBAB PENYAKIT

3.2. BAHAN PENYEBAB ALERGI PARU / ASMA

3.3. BAHAN BAHAN PENYEBAB RADANG KULIT

3.4. BAHAN BAHAN KIMIA PENYEBAB KANKER DI TEMPAT KERJA

3.5. KLASIFIKASI BAHAN-BAHAN BERBAHAYA

3.6. PENGENDALIAN BAHAN BERBAHAYA DENGAN MSDS

 

BAB IV ALAT DAN PAKAIAN PELINDUNG DIRI (APD)

4.1. DEFINISI

4.2. JENIS-JENIS APD

4.3. PEDOMAN PENYIMPANAN & PEMELIHARAAN APD

4.4. CONTOH FORMAT STANDAR APD

 

BAB V KESEHATAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

5.1. PELAYANAN DAN FASILITAS KESEHATAN

5.2. PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

5.3. DAFTAR PENYAKIT AKIBAT KERJA

5.4. METODA DIAGNOSTIK PENYAKIT AKIBAT KERJA

 

BAB VI KEBAKARAN, KONDISI DARURAT DAN PENANGGULANGANNYA

6.1. PENGERTIAN & KLASIFIKASI KEBAKARAN

6.2. ALAT PEMADAM KEBAKARAN PERMANEN

6.3. ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)

6.4. ALAT BANTU EVAKUASI (ABE)

6.5. UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN/DARURAT

6.6. TINDAKAN BILA TERJADI GEMPA

6.7. TINDAKAN BILA ADA ANCAMAN BOM

 

BAB VII PERKIRAAN BAHAYA KONDISI SUATU BANGUNAN

7.1. FUNGSI BANGUNAN

7.2. JENIS KONSTRUKSI BANGUNAN

7.3. TINGGI BANGUNAN

7.4. SITUASI BANGUNAN

7.5. PENGARUH KILAT

7.6. PERKIRAAN BAHAYA

 

BAB VIII PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

8.1. KOTAK / PETI P3K

8.2. JUMLAH PETUGAS P3K

8.3. PRINSIP PRINSIP POKOK PELAKSANAAN P3K

8.4. TINDAKAN TERHADAP KORBAN TAK SADAR/PINGSAN

8.5. PERTOLONGAN BANTUAN PERNAFASAN BUATAN

8.6. PROSEDUR TINDAKAN BANTUAN PERNAFASAN (Resusitasi Jantung Paru/RJP)

8.7. PERTOLONGAN TERHADAP BERBAGAI JENIS KORBAN

 

BAB IX KESELAMATAN OPERASI PERALATAN & INSTALASI

9.1. DAFTAR PERALATAN YANG HARUS DISERTIFIKASI

9.2. KESELAMATAN OPERASI ALAT (LOCKOUT & TAGOUT)

9.3. PENANDAAN INSTALASI PIPA SALURAN

9.4. PERSYARATAN INSTALASI PENYALUR PETIR

9.5. KESELAMATAN DI LIFT

9.6. PERALATAN YANG MENDAPATKAN PENGAWASAN

9.7. PENGGUNAAN WARNA PADA RAMBU-RAMBU

 

BAB X RENCANA DAN IMPLEMENTASI SMK3 DI PROYEK/PABRIK

10.1. MENYUSUN RENCANA/PROGRAM K3 DI PROYEK

10.2. CONTOH KERANGKA PROSEDUR K3

10.3. IMPLEMENSI SMK3 DI PROYEK

 

XI. DAFTAR PERUNDANG–UNDANGAN, PERATURAN–PERATURAN, DOKUMEN dan BUKUBUKU  RUJUKAN yang terkait dengan K-3

XII. RAMBU-RAMBU KESELAMATAN

 

Silahkan unduh filenya dibawah ini :

Download Here

 

Modul Pelatihan Sistem Manajemen Mutu

Published by:

Kelompok ISO 9000 dari Standar Internasional mensyaratkan sistem manajemen mutu dari suatu organisasi untuk didokumentasikan. Laporan Teknis ini mengembangkan adopsi dari pendekatan proses untuk pembuatan dan penerapan sistem manajemen mutu dan perbaikan keefektifannya. Agar suatu organisasi dapat berfungsi secara efektif, organisasi tersebut harus mengidentifikasikan dan mengelola berbagai kegiatannya yang saling berkaitan. Kegiatan yang menggunakan sumber daya, dan yang dikelola dalam rangka memungkinkan perubahan bentuk pada masukan menjadi keluaran, dapat dianggap sebagai suatu proses. Seringkali keluaran dari salah satu proses secara langsung menjadi masukan pada proses berikutnya.

Penerapan suatu sistem proses dalam organisasi, bersama dengan identifikasi dan interaksi prosesnya, serta manajemennya, dapat disebut sebagai ‘pendekatan proses’. Keuntungan pendekatan proses adalah pengendalian yang berkelanjutan dimana hal ini memberikan hubungan antara proses individual dalam sistem proses dengan kombinasi dan interaksinya.

Organisasi mempunyai fleksibilitas dalam memilih untuk mendokumentasikan sistem manajemen mutunya. Masing-masing organisasi seharusnya membuat sejumlah dokumentasi yang diperlukan untuk memperagakan perencanaan, pengoperasian, pengendalian yang efektif dan perbaikan berkesinambungan pada sistem manajemen mutu dan prosesnya. Dokumentasi sistem manajemen mutu boleh berhubungan dengan keseluruhan kegiatan dari organisasi atau sebagian kegiatan yang dipilih; sebagai contoh, persyaratan tertentu yang tergantung pada sifat produk, proses, persyaratan kontrak, peraturan pemerintah atau peraturan organisasi itu sendiri.

File ini berisi  18 halaman yang dapat anda unduh dibawah ini.

Download Here

Sistem manajemen mutu yang berlaku secara internasional adalah ISO 9000

Published by:

  1. Sistem manajemen mutu yang berlaku secara internasional adalah ISO 9000 (The International Organization for Standardization)
  2. Tujuan ISO adalah mengembangkan dan mempromosikan standar-standar yang berlaku secara internasional.
  3. Beberapa keuntungan dari penerapan standarisasi :
    1. Orientasi Pelanggan Standarisasi memenuhi persyaratan pelanggan dengan memberikan mutu produk atau jasa untuk kepuasan pelanggan.
    2. Keuntungan Pasar Perusahaan yang telah mempunyai sertifikat ISO dapat diterima oleh semua pelanggan di pasar domestik dan internasional.
    3. Pengakuan ISO akan memberikan pengakuan khusus terhadap perusahaan, sehingga membawa persepsi pembeli pada tingkat yang lebih tinggi.
    4. Kepercayaan ISO menciptakan kepercayaan manajemen terhadap mutu produk atau jasa yang dihasilkan kepada pelanggan mengenai kemampuan perusahaan
    5. Konsistensi Mutu ISO membantu memelihara konsistensi mutu produk atau jasa.
    6. Aspek Legal Secara resmi telah diterima oleh banyak negara.
    7. Peningkatan Produktivitas Standarisasi dapat meningkatkan produktifitas organisasi dengan penggunaan material, teknik dan sumber daya yang efektif.
    8. Meningkatkan unjuk kerja keuangan Dengan berkurangnya biaya mutu, maka produktifitas meningkat, unjuk kerja keuangan perusahaan juga meningkat.
    9. Terdokumentasi Sistem dokumentasi untuk produk, bahan kegiatan dan operasi membantu dalam identifikasi, kaji ulang dan peningkatan produk atau jasa.
    10. Kemampuan Organisasi ISO menunjukkan kemampuan organisasi perusahaan untuk mencapai mutu tertentu.

Materi ini berisi 17 halaman yang dapat anda unduh dibawah ini:

 

Download Here

Sistem Standar Internasional dan Peranan BPKS dalam Penerapannya

Published by:

Standarisasi Internasional ( SSI ) secara rinci, detail dan teknis operasional, karena hal itu tidak mungkin dicakup oleh tulisan dalam bentuk makalah. Uraian rinci dan teknis termasuk interpretasi dari dokumen – dokumen standardisasi Internasional (ISO 9000, ISO 14000) telah banyak ditulis dalam bentuk buku dan dapat diperoleh dengan mudah di berbagai toko buku. Adapun maksud dan tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memperkenalkan SSI secara garis besar yang saat ini dan di masa yang akan datang berperan penting dalam dunia bisnis global.
  2. Memberikan bahan masukan untuk didIskusikan secara intensif dan mendalam di kalangan internal Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Diskusi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rumusan tentang bagaimana pandangan dan peran BPKS dalam merespon berbagai kecenderungan yang berkembang dalam sistem perdagangan global. Berbagai fenomena yang berkembang dalam sistem perdagangan dunia seperti pemberlakuan SSI yang sifatnya adalah hambatan non- tarif (Non –Tariff Barrier) harus direspon secara pro aktif, bukan reaktif. Akhirnya , tulisan ini membutuhkan gagasan – gagasan baru untuk penyempurnaan. Oleh karena itu diharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari para pembaca untuk perbaikan tersebut. Atas saran dan kritik yang disampaikan diucapkan terima kasih.

 Pengertian / Definisi Konseptual

Dalam bahasa sehari – hari kata “sistem” diartikan dalam bentuk berbeda – beda, adakalanya sistem diartikan sebagai “cara”, “teknik”, “metode”. Sudah tentu hal itu membingungkan karena ke-empat kata tersebut memiliki arti yang berbeda – beda. Dalam berbagai literatur, sistem diartikan sebagai sesuatu yang memiliki beberapa komponen, setiap komponen saling berhubungan, berinteraksi dalam pertukaran energi, materi dan informasi menurut aturan tertentu dan tiap komponen saling mendukung untuk mencapai tujuan tertentu.

 Suatu sistem dapat dipecah menjadi beberapa sub sistem dan suatu sub system dapat berperan sebagai sistem dalam skala lebih kecil dan dapat dipecah lagi menjadi beberapa sub sistem, demikian seterusnya, dan demikian juga kebalikannya, sebuah sub sistem dapat dinaikkan peringkatnya menjadi sistem. Sebuah contoh dapat memperjelas hal ini. Beberapa komponen roda ( baut, velg, ban ) jika dirangkaikan menurut aturan tertentu dapat menjadi sebuah sistem roda dan jika dirangkaikan dengan as roda, menjadi sub sistem roda mobil. Jika seluruh sub sistem ( roda, aki, rem, kemudi, mesin, dan lain-lain ) dirangkai menurut aturan tertentu maka terwujud suatu sistem mobil yang berguna sebagai sarana angkutan. Sebuah mobil adalah suatu sub sistem di dalam sistem transportasi darat yang menjadi sub sistem transportasi. File ini berisi 15 halaman yang dapat anda unduh dibawah ini.

 

Download Here