Monthly Archives: November 2017

Renewal ISO 9001 di Puskesmas

Published by:

Implementasi ISO 9001 diawali dengan tersertifikasinya puskesmas yang bersangkutan oleh badan sertifikasi dengan penyerahan sertifikat ISO 9001 yang akan dipertahankan selama 3 tahun. Setiap 6 bulan sekali badan sertifikasi akan melakukan audit survailance kepuskesmas guna memastikan apakah sistem manajemen mutu berjalan sesuai standar mutu. Puskesmas dituntut untuk senantiasa siap agar tidak terjadi temuan yang bersifat kritikal dan mengakibatkan dicabutnya sertifikat ISO 9001. Dinkes selalu memfasilitasi kebutuhan puskesmas guna mempertahankan implementasi ISO 9001  tsb. Manfaat yang besar bagi organisasi sangat dirasakan dengan implementasi sistim manajemen mutu ini. Kinerja disetiap kegiatan manajemen

menjadi terukur dan mampu telusur sesuai standar mutu, pendokumentasian kegiatan

menjadi lebih akuntabel dan transparan, utilisasi puskesmas oleh masyarakat meningkat yang dapat dibuktikan dengan naiknya angka cakupan rawat jalan baru puskesmas setiap tahunnya. Setelah sistim manajemen mutu berhasil dipertahankan selama 3 tahun maka dapat diambil kebijakan utk. dilakukan renewal atau tidak.

Dinkes memiliki komitmen bahwa penerapan sistim manajemen mutu harus berkesinambungan dengan tetap melanjutkan dan mengembangkan area mutu dari penerapan ISO 9001, untuk itu dibutuhkan proses re-sertifikasi (renewal). Pelayanan kesehatan masyarakat yang ada dipuskesmas harus mendapat tantangan yang sama dengan area pelayanan kesehatan klinis guna menerapkan SMM ISO 9001. Kebijakan yang diambil bahwa pelayanan kesehatan masyarakat harus dimasukkan sebagai area main audit di dalam renewal. Hal tersebut akan memacu dinamika kinerja puskesmas di dalam memberikan layanan yang terbaik bagi warganya. Puskesmas telah melaksanakan renewal ISO 9001 dengan memasukkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai area main audit pada proses renewal. Pada kesempatan tersebut kedua puskesmas telah berhasil mempertahankan sekaligus mengembangkan kinerja sistim manajemen mutu yang ada di puskesmasnya tanpa temuan yang bersifat kritikal.

Download Here

Quality Management Systems

Published by:

Introduction

An organisation will benefit from establishing an effective quality management system (QMS). The cornerstone of a quality organisation is the concept of the customer and supplier working together for their mutual benefit. For this to become effective, the customer-supplier interfaces must extend into, and

outside of, the organisation, beyond the immediate customers and suppliers. A QMS can be defined as:

 

“A set of co-ordinated activities to direct and control an organisation in order to

continually improve the effectiveness and efficiency of its performance.”

These activities interact and are affected by being in the system, so the isolation and study of each one in

detail will not necessarily lead to an understanding of the system as a whole. The main thrust of a QMS is

in defining the processes, which will result in the production of quality products and services, rather than in detecting defective products or services after they have been produced.

 

The benefits of a QMS

A fully documented QMS will ensure that two important requirements are met:

  • The customers’ requirements – confidence in the ability of the organisation to deliver the desired product and service consistently meeting their needs and expectations.
  • The organisation’s requirements – both internally and externally, and at an optimum cost with efficient

 

use of the available resources – materials, human, technology and information.

These requirements can only be truly met if objective evidence is provided, in the form of information and

data, to support the system activities, from the ultimate supplier to the ultimate customer.

A QMS enables an organisation to achieve the goals and objectives set out in its policy and strategy. It

provides consistency and satisfaction in terms of methods, materials, equipment, etc, and interacts with all activities of the organisation, beginning with the identification of customer requirements and ending with their satisfaction, at every transaction interface.

Download Here

Proses Implementasi dan Sertifikasi ISO 9001

Published by:

Kualitas merupakan salah satu modal penting bagi perusahaan untuk dapat bertahan dan bersaing di pasar global. Semakin kritis konsumen, semakin banyak pula tuntutan akan kualitas suatu produk, diantaranya ada yang mensyaratkan sertifikat ISO bagi produk yang akan dibelinya. Konsumen akan merasa yakin untuk membeli produk yang bersertifikat ISO karena hal itu menunjukkan jaminan perusahaan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 0leh karenanya, semakin banyak perusahaan yang menerapkan sistem manajemen kualitas dengan tujuan untuk mendapatkan sertifikat ISO. Disamping karena permintaan konsumen, alasan lain suatu organisasi berusaha mendapatkan sertikat ISO adalah keuntungan yang didapat dari implementasi tersebut, diantaranya adalah peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kualitas. Sistem manajemen kualitas merupakan sekumpulan prosedur terdoktimentasi dan praktek-praktek standar untuk sistem manajemen mutu yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan dan organisasi atau perusahaan.

Perusahaan kecil dan menengah di Amerika menyadari bahwa dengan didapatkannya sertifikat ISO 9000 memberikan kesempatan pada perusahaannya untuk dapat berkompetisi di pasar internasional yang memperbolehkan mereka untuk menjadi eksportir barang dan jasa yang mereka hasilkan. Mengadopsi secara luas standar internasional ini berarti supplier dapat mengembangkan produk dan jasa mereka berdasarkan referensi dokumen yang mempunyai relevansi pasar yang luas. Hal ini berarti mereka dapat berkompetisi secara bebas pada pasar dunia. Sebagi contoh, pada Gold Tech Industries of Tempe, yang merupakan penghasil komponen-komponen dengan teknologi tinggi, memutuskan untuk menerapkan ISO karena keuntungan dalam hal jaminan kualitas yang mereka rasakan begitu nyata, mereka mendapatkan keuntungan pasar, sertifikatnya dikenal diseIuruh dunia, dan ISO menyediakan standar dan prosedur yang dapat diterapkan di semua tipe organisasi. Penerapan sistem manajemen kualitas bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan.

Selain membutuhkan biaya yang cukup besar, penerapannya juga membutuhkan peran serta dari semua pihak dan memperbanyak kegiatan tulis-menulis yang harus dilakukan. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen kualitas benar-benar membutuhkan komitmen dari manajemen puncak sebagai bentuk kesanggupan dari penerapan sistem manajemen mutu tersebut. Materi ini berisi 9 halaman silahkan download filenya dibawah ini.

 

Download Here

Persepsi Pasien terhadap Mutu Pelayanan Puskesmas

Published by:

Meningkatkan pelayanan publik melalui pelayanan kesehatan di Puskesmas merupakan tujuan utama pemerintah. Namun penelitian yang pernah dilaksanakan seluruh Puskesmas tentang kepuasan pasien, masih ditemukan adanya prosedur pelayanan dokter yang kurang, persepsi pasien tehadap waktu tunggu lama, dan  etika pelayanan seperti keramahan rata-rata masih dirasakan kurang oleh pasien di Puskesmas meskipun telah melaksanakan manajemen mutu berdasarkan standarisasi ISO.

Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi pasien terhadap mutu pelayanan di Puskesmas yang sudah menerapkan system manajemen mutu ISO dan tidak menerapkan system manajemen mutu ISO dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat atau IKM. Jenis penelitian ini quasi experimental, dengan rancangan post-test only with control design. Populasi penelitian yang berperan sebagai kelompok perlakuan adalah pasien yang berkunjung di  Puskesmas.

Data mengenai persepsi pasien dianalisis berdasarkan pedoman IKM dan Uji Statistik Independent sample t-test. Uji beda harapan dan kenyataan pelayanan juga dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test, sedangkan waktu tunggu dianalisis dengan statistik deskriptif dan chisquare test.

Download Here

Penerapan Sistem ISO 9001 pada Kegiatan Penelitian di Penelitian & Laboratorium – Pertamina

Published by:

PT. Pertamina (Persero) Direktorat Pengolahan mempunyai komitmen penuh untuk memberikan
kepuasan menyeluruh kepada pelanggan melalui penyediaan, pendistribusian, pemasaran dan
niaga: Crude Oil, BBM, NBBM dan Petrokimia, yang berkualitas, harga kompetitif dan layanan
terbaik dengan menerapkan nilai-nilai Fokus, Integrity, Visionary, Excellence dan Mutual Respect
( FIVE-M).
Penelitian & Laboratorium adalah fungsi yang bergerak di bidang penelitian dan tetap berprinsip
pada mutu dan telah penerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 baik jasa penelitian yang
berasal dari Unit-unit Pengolahan, Niaga maupun pihak ke III dan selalu melakukan yang terbaik
dalam usaha pencapaian komitmen antara lain: (a) menerapkan dan meningkatkan teknologi,
proses dan layanan yang tepat untuk kepuasan pelanggan; (b) mengembangkan produk-produk
unggulan yang berstandar internasional; (c) menekankan aspek kesehatan, keselamatan kerja
dan lingkungan.
Sistem ISO 9001 yang diterapan pada bidang penelitian dapat mencerminkan pada delapan
prinsip manajemen mutu sebagai refleksi dari praktek manajemen yang terbaik.

Download Here

Pedoman Standarisasi Nasional

Published by:

Pedoman ini dirumuskan dengan tujuan untuk:

  1. menciptakan mekanisme yang seragam dalam mengembangkan SNI sesuai dengan PP 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional;
  2. menciptakan keteraturan yang selaras dengan praktek dunia internasional;
  3. melengkapi acuan pelaksanaan kegiatan pengembangan SNI.

Pedoman ini merupakan revisi dari Pedoman BSN 9-2000 tentang Perumusan Standar Nasional Indonesia dan dirumuskan dalam rangka menyempurnakan tata cara dan mekanisme perumusan SNI dengan memperhatikan materi dan substansi ISO/IEC Directive-Part 1:2001, Procedure for the technical work.

Ruang Lingkup

Pedoman ini merupakan acuan bagi pengembangan SNI yang meliputi pemrograman, perumusan, dan penetapan SNI. Struktur dari pada pedoman ini mencakup acuan normatif, istilah dan definisi, program nasional perumusan standar, perumusan SNI, dan penetapan SNI.

 

Pedoman Standardisasi Nasional 2001-2005 Pedoman Standardisasi Nasional 2001-2007

Quality Manual (Panduan Mutu) Fabrikasi, Instalasi, Pemeliharaan & Inspeksi pada Peralatan Industri Perminyakan, Energi dan Kimia

Published by:

Dokumentasi ini mengadopsi Regulasi Standar Internasional baik yang merinci persyaratanpersyaratan untuk Sistim Manajemen Mutu maupun untuk realisasi proses sesuai persyaratan Standar Sistim Mutu SEP KP-53 / SNI 19-9001 / ISO 9001-2000 untuk kegiatan Fabrikasi, Instalasi & Pemeliharaan serta Inspeksi, antara lain:

“ HEAT ENGCHANGER, PRESSURE VESSEL, PRESSURE PIPING, STORAGE TANK, STEEL

STRUCTURES, REACTOR, COLUMN, BOILER, FURNACE, SPHERICAL TANK,

INSTRUMENTASI, LISTRIK “

dengan tujuan untuk mencerminkan maksud perusahaan antara lain berupa:

  1. Memberikan keyakinan kepada pelanggan mengenai kemampuan perusahaan dalam kegiatan Instalasi dan pelayanan sesuai dengan harapan pelanggan dan persyaratan regulasi yang berlaku.
  2. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistim yang efektif, jaminan kesesuaian persyaratan produk dan improvement sistim yang berkesinambungan.

 

Download Here

basic skills necessary to conduct an effective accident investigation in your workplace

Published by:

Provide participants with the basic skills necessary to conduct an effective accident investigation in your workplace.

You will identify

Ø Primary Reasons, Benefits, and

Ø  Employer Responsibilities to conducting an accident investigation

Ø Three Steps for an  Effective Investigation

Ø Investigate and Analysis

 

The most important things in an accident are:

}When an accident happens, the most important thing is taking care of the victim or victims.

◦ After that, the most important thing is finding the causes of the accident.

◦ All of us, including employers, need help and advice to identify the causes of accidents.

Download Here

A Guide to INVESTIGATING WORKPLACE INCIDENTS

Published by:

WHAT IS AN INCIDENT?
An incident is any unplanned event that causes injury. A dangerous occurrence is any
event that could have caused injury, but did not. The term “incident” will be used to
describe both incidents and dangerous occurrences.
WHAT IS AN INCIDENT INVESTIGATION?
An incident investigation is the account and analysis of an incident based on information
gathered by a thorough examination of all contributing factors and causes involved.
REPORTING SERIOUS INCIDENTS
When a serious incident occurs at a workplace, the employer is required to notify
Manitoba Labour and Immigration – Workplace Safety and Health Division. Under
Manitoba Regulation 108/88R, Section 8, such notification must take place immediately
after a serious incident, using the “fastest” means of communication available. A Safety
and Health Officer is on duty 24 hours each day of the week to respond to emergency
calls.
The question often asked of the Workplace Safety and Health Division is:
How do you define a serious incident?
Workplace Safety and Health Division considers an incident to be serious if it results in:
• death, or serious injury (as defined below),
• collapse or structural failure of a building, tower, crane, hoist, temporary construction
support system or excavation,
• an uncontrolled spill or escape of a toxic, corrosive or explosive substance
• explosion, fire or flooding.
Serious injuries are defined as:
􀃖 fracture of a major bone
􀃖 amputation
􀃖 loss of sight
􀃖 internal hemorrhage
􀃖 third degree burns
􀃖 unconsciousness resulting from concussion, electrical contact, asphyxiation
􀃖 poisoning
􀃖 cuts requiring hospitalization or time off work
􀃖 any injury resulting in paralysis
􀃖 any other injury likely to endanger life or cause permanent disability.
The Regulation also stipulates that equipment or materials involved in a serious
incident shall not be moved, unless it is necessary to release an injured person or
to avoid creating additional hazards.

 

Download Here