Author Archives: admin

Harapan dan realita ISO 9000 pd perusahaan Kontraktor (pdf)

Published by:

The opening of free market in 2003, leads into the stridently escalating business competition both in domestic and global market. The company, therefore, is trying to win the competition by obtaining ISO 9000 certification which can be applied in the construction business. The purpose of the research is to investigate the reason, the obstacles, the gap between expectation and reality of using ISO 9000, as well as the main priority to be implemented in the company. This research uses survey on contractor companies in Surabaya and Gresik which has implemented ISO 9000. The statistical results show that the main reason to implement ISO 9000 is to increase consistency and to improve its quality. Meanwhile, the main obstacle is time constraint to complete the implementation. Companies still need to increase customer satisfaction and attend on customer focus principle to increase the quality of their outcomes.

Download:

Harapan dan realita ISO 9000 pd perusahaan Kontraktor

FPSO Presentation

Published by:

5 major hazard saat memutuskan perlu FPSO yg erat kaitannya dgn facility siting and layout study :
1. Living Quarter vs kapasitas TR/Shelter in Place yg berhubungan dgn max/min personnel yg akan terkena bahaya kebakaran, ledakan atau toxic release
2. Mooring & Ballasting, apakah perlu yg super canggih atau biasa saja dan berapa lama harus diganti sesuai rentang besar cadangan migas nya.
3. Flare system, berapa jauh harus didesign dari processing and storage unit dan berapa kapasitas max nya juga apakah ada perbaikan yg diperlukan selama 10 tahun. (Kasus penelitian diujikan thd heat radiation radius, noise radius dan flame out)
4. Storage, berapa kapasitas penyimpanan, apa leak detection systemnya dan kondisi apa yg diperhatikan saat cleaning dan maintenance.
5. Moda transportasi .. helicopter vs kapal dan perlu crane kapasitas berapa di FPSO nya dan diletakkan dimana saja.

 

FPSO-Presentation

Faktor – Faktor Kritis Dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) Optimasi Profitabilitas dan Daya Saing

Published by:

Quality Management System (QMS) has been proven as the best management approach in terms of quality that had been applied. Empirical studies have concluded that applying QMS gives significant effect on result and impact. As the demand of industry in order that subcontractors be certified, and the possibility that this is a new tender perquisite to companies serving the public, the message which is delivered to industry is very clear, it is whether companies adopt ISO 9001:2000 and be competitive, or ignore it and make all those things become their own risk. However, behind the succeed of companies and countries adopting Quality Management System, there is a basic question about how far companies which already have difficulties following the international standard are really thrive on raising the company’s performances. This research proves empirically and statistically correlation between application of profitability and competitiveness with critical success factor (CSF) of Quality Management System.

 

FAKTOR – FAKTOR KRITIS DALAM SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) OPTIMASI PROFITABILITAS DAN DAYA SAING

Pengembangan Model Audit Sistem Informasi Berbasis Kendali

Published by:

Makalah ini membahas pengembangan model audit sistem informasi berbasis kendali untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem informasi guna menyelamatkan aset informasi, menjaga integritas data dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan suatu organisasi. Model ini dikembangkan berdasarkan konsep fungsional dan kendali sistem informasi dengan menggunakan sistem penilaian kualitatif berbasis standar manajemen mutu ISO 9001

 

Audit Sistem Informasi - Kendali Berbasis ISO 9001-2000

Analisis kapabilitas teknologi sebagai determinan dalam Penerapan standardisasi manajemen produksi Pada industri manufaktur

Published by:

Penerapan standardisasi pada industri manufaktur semakin diperlukan dalam era persaingan

pasar global, khususnya untuk produk yang dengan persyaratan keselamatan dan kesehatan.

Standardisasi sangat diperlukan untuk pada produk/komoditi yang merupakan bagian/komponen

dari suatu sistem yang lain atau produk yang berbasis teknologi. Penerapan standardisasi pada

sektor manufaktur merupakan salah satu infrastruktur yang dapat digunakan untuk membangun

kapabilitas teknologi yang telah dimiliki perusahaan. Dalam perdagangan internasional,

standardisasi produk dapat digunakan untuk tujuan proteksi terhadap industri dalam negeri.

Namun kebijakan standardisasi dapat pula menjadi faktor yang menghambat kinerja perusahaan

dan mengurangi daya saingnya baik di tingkat nasional atapun internasional. Hal ini dapat

disebabkan oleh beberapa faktor antara lain lemahnya kapabilitas teknologi yang dimiliki

perusahaan sehingga tidak mampu menerapkan persyaratan jaminan mutu yang diharuskan.

Kapabilitas teknologi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengelola teknologi baik

yang sudah dimiliki maupun perubahannya. Kapabilitas teknologi terdiri dari beberapa konstruk

yaitu kapabilitas operatif, suportif, akuisitif, investasi dan inovatif. Kapabilitas operatif adalah

kemampuan untuk mengatur fasilitas untuk mendapatkan produk yang sesuai kualitas dan

kuantitasnya. Kapabilitas suportif adalah kemampuan untuk mengelola proyek, akses finansial,

marketing, R & D, dan fasilitas uji. Kapabilitas inovatif adalah kemampuan untuk mengadopsi,

duplikasi dan meningkatkan teknologi yang ada. Kapabilitas investasi adalah kemampuan untuk

menyediakan dukungan financial serta kapabilitas akuisitif berkaitan dengan kemampuan

mempelajari dan meniru teknologi lain. Konstruk kapabilitas teknologi diwakili oleh berbagai

variabel manifes di mana antar variabel terdapat hubungan yang kuat. Untuk mendapat variabel

yang kuat, kapabilitas teknologi harus diuji dengan analisis faktor yang mampu mereduksi

berbagai variabel menjadi konstruk tertentu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk

menentukan variabel atau faktor yang dapat mewakili kapabilitas teknologi sector industri

otomotif. Mempelajari bagaimana pengaruh kapabilitas teknologi terhadap penerapan

standardisasi pada sektor manufaktur. Analisis dan pengolahan data dilakukan dengan analisis

faktor yang didukung dengan SEM (structural equation modelling). Faktor hasil ekstraksi

digunakan untuk analisis regresi majemuk untuk mempelajari hubungan kapabilitas teknologi

dengan penerapan standardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas teknologi

dapat diekstraksi menjadi 3 faktor yaitu kapabilitas suportif, inovatif dan manufaktur. Semua

konstanta faktor memberikan nilai yang positif dan signifikan. Kapabilitas operatif (manufaktur)

merupakan faktor yang paling penting dalam penerapan standardisasi.

 

 

ANALISIS KAPABILITAS TEKNOLOGI SEBAGAI DETERMINAN DALAM PENERAPAN STANDARDISASI MANAJEMEN PRODUKS

PD jadi advokat mesti sering dihujat

Published by:

SEJAK MASIH ANAK-ANAK, Nur Ismanto—yang di kampungnya dulu biasa dipanggil Thole – dibesarkan di dalam lingkungan keluarga yang agamis. Sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara – enam di antaranya adalah perempuan – dan anak laki-laki kedua, ia dikenal cukup pintar, energik, dan gemar mengaji. Ia lahir di Dusun Ledoksari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten  Gunungkidul, 1 Oktober 1959. Putra pasangan H. Ammar Rosyidi (alm.) dan Sukarisah

(alm.) ini lahir dalam kondisi kalung usus, yaitu badannya dililit tali pusar. Namun, berkat
kebesaran dan Ridha dari Allah SWT.,