Free iso 9001:2015 documents | mas solutions llc.

Good free stuff - gratis, complimentary, free of charge iso 9001:2015 documents. free procedures, forms, checklists and training presentations. mas solutions llc..

PDF File Name: Free iso 9001:2015 documents | mas solutions llc.
Source: www.masquality.com » DOWNLOAD «

Iso 9001:2015 quality management systems – requirements

Page 2 dnv gl as, no-1322 høvik, norway, tel: +47 67 57 99 00, www.dnvgl.com version 24.09.15 layout of iso 9001:2015 1 scope 2 normative references.

PDF File Name: Iso 9001:2015 quality management systems – requirements
Source: newiso9001.files.wordpress.com » DOWNLOAD «

Iso 9001 2015 translated into plain english

Iso 9001 2015 is a quality management standard. use it to establish, update, and certify your organization's quality management system (qms)..

PDF File Name: Iso 9001 2015 translated into plain english
Source: praxiom.com » DOWNLOAD «

Iso 9001:2015 documents and templates

Iso 9001:2015 documents and templates. the documents and templates were reviewed and approved by experienced iso 9001 quality auditors..

PDF File Name: Iso 9001:2015 documents and templates
Source: c-bg.com » DOWNLOAD «

A risk based thinking model for iso 9001:2015

©2014 qsg, inc. iso 9001:2015 risk & opportunities january 15, 2015 3 4.4 quality management system and its processes the organization shall establish, implement.

PDF File Name: A risk based thinking model for iso 9001:2015
Source: asq.org » DOWNLOAD «

Iso 9001:2015 audit questions « iso training course

Posts about iso 9001:2015 audit questions written by isotrainingindia.

PDF File Name: Iso 9001:2015 audit questions « iso training course
Source: isoindia.training » DOWNLOAD «

Iso 9001: 2015 – new terms and definitions | iso 2015 news

One of the interesting changes in the iso 9001:2015 committee draft is the introduction as well as the elimination of terms we have become familiar with in.

PDF File Name: Iso 9001: 2015 – new terms and definitions | iso 2015 news
Source: iso2015.wordpress.com » DOWNLOAD «

Category Archives: 9001:2015

Implementasi Model-Model Manajemen Mutu untuk Layanan Kalibrasi

Published by:

Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan berbagai model manajemen kualitas. Kualitas memang sudah menjadi harga mati harus diperhatikan jika anda menginginkan produk anda, apapun bentuknya, berhasil di pasaran. Rupanya jaman sudah menuntut hal-hal yang baru. Bukan hanya produk saja yang harus menjadi perhatian, namun juga perilaku para kastamer juga harus dipantau, agar jangan sampai kualitas produk yang sudah capek-capek dibuat ternyata memiliki level yang berbeda dengan level yang menjadi harapan kastamer.

Di dalam Layanan Kalibrasi, sebenarnya tanpa disadari sudah menjalankan model manajemen kualitas ISO 9000, yang sebagiannya dimasukkan ke dalam beberapa klausul ISO 17025. Tapi bagaimanapun ISO 9000 tidaklah sama dengan ISO 17025, karena penekanannya memang berbeda, walaupun dalam framework proses di dalamnya sebagian besar serupa, misalnya dalam hal tingkatan dokumen mutu.
Dalam industri umumnya dikenal model manajemen mutu ISO 9000, Deming Prize Model, Malcolm Baldrige Award, European Foundation for Quality Management (EFQM), Six Sigma, Deming, Ishikawa, Feigenbaum, Crosby’s, dan lain-lain. Ini semua adalah model-model kelas dunia. Tidak diharamkan jika kita ingin membuat suatu model sendiri, karena bagaimanapun filosofi pembuatan sistem mutu antara model-model tersebut berbeda-beda. Pertimbangan-pertimbangan untuk memilih mana yang akan digunakan dalam suatu organisasi antara lain :

  1. Mana yang sejalan dengan cara berfikir yang dianut organisasi ?
    2. Bagaimana pendekatan yang digunakan ?
    3. Konsep mana yang paling cocok atau sesuai dengan masalah yang dihadapi ?
    4. Sumber daya apa saja yang dimiliki organisasi ?
    5. Bagaimana langkah-langkah penerapan yang sesuai ?
    6. Apa yang harus dilakukan agar konsep tersebut bisa berjalan efektif ?
    7. Mana yang paling populer atau paling banyak digunakan di lingkungan sendiri ?

 

Download:

Implementasi Model-Model Manajemen Mutu untuk Layanan Kalibrasi

Harapan dan realita ISO 9000 pd perusahaan Kontraktor (pdf)

Published by:

The opening of free market in 2003, leads into the stridently escalating business competition both in domestic and global market. The company, therefore, is trying to win the competition by obtaining ISO 9000 certification which can be applied in the construction business. The purpose of the research is to investigate the reason, the obstacles, the gap between expectation and reality of using ISO 9000, as well as the main priority to be implemented in the company. This research uses survey on contractor companies in Surabaya and Gresik which has implemented ISO 9000. The statistical results show that the main reason to implement ISO 9000 is to increase consistency and to improve its quality. Meanwhile, the main obstacle is time constraint to complete the implementation. Companies still need to increase customer satisfaction and attend on customer focus principle to increase the quality of their outcomes.

Download:

Harapan dan realita ISO 9000 pd perusahaan Kontraktor

Faktor – Faktor Kritis Dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) Optimasi Profitabilitas dan Daya Saing

Published by:

Quality Management System (QMS) has been proven as the best management approach in terms of quality that had been applied. Empirical studies have concluded that applying QMS gives significant effect on result and impact. As the demand of industry in order that subcontractors be certified, and the possibility that this is a new tender perquisite to companies serving the public, the message which is delivered to industry is very clear, it is whether companies adopt ISO 9001:2000 and be competitive, or ignore it and make all those things become their own risk. However, behind the succeed of companies and countries adopting Quality Management System, there is a basic question about how far companies which already have difficulties following the international standard are really thrive on raising the company’s performances. This research proves empirically and statistically correlation between application of profitability and competitiveness with critical success factor (CSF) of Quality Management System.

 

FAKTOR – FAKTOR KRITIS DALAM SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) OPTIMASI PROFITABILITAS DAN DAYA SAING

Pengembangan Model Audit Sistem Informasi Berbasis Kendali

Published by:

Makalah ini membahas pengembangan model audit sistem informasi berbasis kendali untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem informasi guna menyelamatkan aset informasi, menjaga integritas data dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan suatu organisasi. Model ini dikembangkan berdasarkan konsep fungsional dan kendali sistem informasi dengan menggunakan sistem penilaian kualitatif berbasis standar manajemen mutu ISO 9001

 

Audit Sistem Informasi - Kendali Berbasis ISO 9001-2000

Analisis kapabilitas teknologi sebagai determinan dalam Penerapan standardisasi manajemen produksi Pada industri manufaktur

Published by:

Penerapan standardisasi pada industri manufaktur semakin diperlukan dalam era persaingan

pasar global, khususnya untuk produk yang dengan persyaratan keselamatan dan kesehatan.

Standardisasi sangat diperlukan untuk pada produk/komoditi yang merupakan bagian/komponen

dari suatu sistem yang lain atau produk yang berbasis teknologi. Penerapan standardisasi pada

sektor manufaktur merupakan salah satu infrastruktur yang dapat digunakan untuk membangun

kapabilitas teknologi yang telah dimiliki perusahaan. Dalam perdagangan internasional,

standardisasi produk dapat digunakan untuk tujuan proteksi terhadap industri dalam negeri.

Namun kebijakan standardisasi dapat pula menjadi faktor yang menghambat kinerja perusahaan

dan mengurangi daya saingnya baik di tingkat nasional atapun internasional. Hal ini dapat

disebabkan oleh beberapa faktor antara lain lemahnya kapabilitas teknologi yang dimiliki

perusahaan sehingga tidak mampu menerapkan persyaratan jaminan mutu yang diharuskan.

Kapabilitas teknologi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengelola teknologi baik

yang sudah dimiliki maupun perubahannya. Kapabilitas teknologi terdiri dari beberapa konstruk

yaitu kapabilitas operatif, suportif, akuisitif, investasi dan inovatif. Kapabilitas operatif adalah

kemampuan untuk mengatur fasilitas untuk mendapatkan produk yang sesuai kualitas dan

kuantitasnya. Kapabilitas suportif adalah kemampuan untuk mengelola proyek, akses finansial,

marketing, R & D, dan fasilitas uji. Kapabilitas inovatif adalah kemampuan untuk mengadopsi,

duplikasi dan meningkatkan teknologi yang ada. Kapabilitas investasi adalah kemampuan untuk

menyediakan dukungan financial serta kapabilitas akuisitif berkaitan dengan kemampuan

mempelajari dan meniru teknologi lain. Konstruk kapabilitas teknologi diwakili oleh berbagai

variabel manifes di mana antar variabel terdapat hubungan yang kuat. Untuk mendapat variabel

yang kuat, kapabilitas teknologi harus diuji dengan analisis faktor yang mampu mereduksi

berbagai variabel menjadi konstruk tertentu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk

menentukan variabel atau faktor yang dapat mewakili kapabilitas teknologi sector industri

otomotif. Mempelajari bagaimana pengaruh kapabilitas teknologi terhadap penerapan

standardisasi pada sektor manufaktur. Analisis dan pengolahan data dilakukan dengan analisis

faktor yang didukung dengan SEM (structural equation modelling). Faktor hasil ekstraksi

digunakan untuk analisis regresi majemuk untuk mempelajari hubungan kapabilitas teknologi

dengan penerapan standardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas teknologi

dapat diekstraksi menjadi 3 faktor yaitu kapabilitas suportif, inovatif dan manufaktur. Semua

konstanta faktor memberikan nilai yang positif dan signifikan. Kapabilitas operatif (manufaktur)

merupakan faktor yang paling penting dalam penerapan standardisasi.

 

 

ANALISIS KAPABILITAS TEKNOLOGI SEBAGAI DETERMINAN DALAM PENERAPAN STANDARDISASI MANAJEMEN PRODUKS

Continual Improvement Within The Quality Management Systems

Published by:

Continual improvement is an important principle of total quality management and also new quality management principle involved to the revised ISO 9000 family of standards, which were officially released on 15th December 2000. It is an important part of the achievement and keeping of organization competitiveness and should be a permanent objective of the organization. Practical experience show that many companies are going out of business simply because they are not able to improve as quickly as their competitors.

 

According to the definition continual improvement is recurring activity to increase the ability to fulfil requirements. Its base is quality improvement, which is defined as part of quality management, focused on increasing the ability to fulfil quality requirements (ISO/FDIS 9000, 2000). Improvement activities are very similar to the problem solving activities. The main difference is that improvement activities are planned and usually organized as part of larger program, whilst problem solving is usually more reactive and unplanned. More info get this file Download Here