Hr software, payroll software, performance management

Hr mantra is one of the leading hr software company in india. know more about hrmantra and our hris software to manage your people efficiently by visiting www.

PDF File Name: Hr software, payroll software, performance management
Source: www.hrmantra.com » DOWNLOAD «

Beyond hiring and firing: what is hr management?

Want to know what human resources management is all about? learn also what hr staff members are responsible for doing and contributing to an organization..

PDF File Name: Beyond hiring and firing: what is hr management?
Source: www.thebalance.com » DOWNLOAD «

Human resources management website - hr.blr.com

Labor laws and human resources management compliance and training for your state explained in plain english.

PDF File Name: Human resources management website - hr.blr.com
Source: hr.blr.com » DOWNLOAD «

Human resource management

Agency human resource services. providing hr services to select state agencies. click for more...

PDF File Name: Human resource management
Source: hr.nv.gov » DOWNLOAD «

Hr management

Outsourcing. long-term staffing and management of an entire departmental function with performance accountability.

PDF File Name: Hr management
Source: www.hrmstaffing.com » DOWNLOAD «

Shrm online - society for human resource management

The society for human resource management (shrm) is the world’s largest hr professional society, representing 285,000 members in more than 165 countries..

PDF File Name: Shrm online - society for human resource management
Source: www.shrm.org » DOWNLOAD «

Home | ipma-hr

Ipma-hr is the leading public sector human resource organization in the world. we represent the interests of human resource professionals at all levels and strive to.

PDF File Name: Home | ipma-hr
Source: www.ipma-hr.org » DOWNLOAD «

Category Archives: HR Management

Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah

Published by:

  1. Latar Belakang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementrian Koperasi & UKM, jumlah UMKM tercatat 42,39 juta unit atau 99,9{a4122fb990c803677a7126bf13abf626357e473551414eb4d269bd2536774658} dari total unit usaha. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Setiap unit investasi pada sektor UMKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja jika dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar. Sektor UMKM menyerap 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4{a4122fb990c803677a7126bf13abf626357e473551414eb4d269bd2536774658} dari total angkatan kerja yang bekerja. Ketiga, kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan, yakni sebesar 56,72{a4122fb990c803677a7126bf13abf626357e473551414eb4d269bd2536774658} dari total PDB (BPS, 2004). Kegiatan penelitian dan penyediaan informasi merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia dalam kerangka bantuan teknis. Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada stakeholders, baik kepada pemerintah daerah, perbankan, kalangan swasta, maupun masyarakat luas yang berkepentingan dalam upaya pemberdayaan UMKM. Kajian penelitian Baseline Economic Survey (BLS) di Kalimantan Tengah tahun 2008, dilaksanakan untuk menetapkan komoditi/produk/jenis usaha (KPJu) unggulan daerah di kabupaten dengan menggunakan alat analisis Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Setiap kabupaten di suatu provinsi diharapkan memiliki KPJu unggulan dari berbagai sektor ekonomi yang patut dan cocok untuk dikembangkan. Dengan program yang lebih fokus, Pemerintah Daerah dapat memprioritaskan kebijakan ekonomi melalui pengembangan komoditi unggulan tertentu di suatu kabupaten/kota sebagai upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mengurangi angka/tingkat kemiskinan di daerah. Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian BLS dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, meliputi Kotawaringin Barat (6 kecamatan), Kotawaringin Timur (8 kecamatan), Kapuas (8 kecamatan), Barito Selatan (6 kecamatan), Barito Utara (6 kecamatan), Sukamara (5 kecamatan), Lamandau (5 kecamatan), Seruyan (5 kecamatan), Katingan (8 kecamatan), Pulang Pisau (6 kecamatan), Gunung Mas (9 kecamatan), Barito Timur (6 kecamatan), Murung Raya (6 kecamatan), dan Kota Palangka Raya (5 kecamatan). Total kecamatan yang disurvei sebanyak 89 kecamatan.

 

  1. Kebijakan Pengembangan UMKM

Faktor utama pendorong dan peluang bagi pengembangan UMKM adalah berbagai kebijakan serta program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perbankan. Dalam implementasinya berbagai kebijakan dan program tersebut mengalami hambatan, yaitu hambatan birokrasi, koordinasi dan anggaran. Pelaku usaha UMKM belum 33 merasakan manfaat dari berbagai kebijakan dan program tersebut. Hal itu disebabkan oleh tersebarnya lokasi usaha UMKM secara geografis, distribusi dan akses informasi yang terbatas, serta kemampuan individu pelaku usaha UMKM yang beragam. Kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya jumlah dan jangkauan UMKM yang memperoleh manfaat dari kebijakan dan program yang telah dilaksanakan. Faktor penghambat dalam pengembangan UMKM secara garis besar menyangkut faktor internal dan faktor eksternal UMKM. Dari segi internal, khususnya Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yaitu: rendahnya kemampuan dan keterampilan sumberdaya manusia, penguasaan teknologi, organisasi dan manajemen usaha serta kemampuan akses pasar dan akses terhadap informasi pasar. Faktor penghambat yang lain adalah kendala SDM, birokrasi dan anggaran yang menyebabkan belum maksimalnya kinerja SKPD di tingkat kabupaten/kota dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program dari pemerintah pusat dan daerah. Faktor penghambat yang lain adalah permasalahan yang terkait dengan iklim usaha antara lain (a) besarnya biaya transaksi, karena panjangnya proses perizinan, akibatnya timbul berbagai pungutan, (b) praktik usaha yang tidak sehat, dan (c) kondisi infrastruktur. Berbagai kebijakan pemerintah pusat telah dikeluarkan oleh Lembaga Pemerintah Departemen dan Non Departemen sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yang antara lain mengatasi masalah dan meminimalisir kendala yang dihadapi oleh UMKM, baik dari segi permodalan dan pembiayaan usaha, kelembagaan, manajemen usaha, dan pemasaran. Dalam rangka mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan terbaru dalam bentuk INPRES No. 6 tahun 2007 dimana secara garis besar meliputi: (1) peningkatan akses permodalan bagi UMKM, (2) pengembangan kewirausahaan dan sumberdaya manusia, (3) peningkatan peluang pasar produk UMKM, dan (4) reformasi regulasi. Kebijakan dan program Departemen dan Non-Departemen dalam operasionalisasinya dihadapkan kepada masalah koordinasi dan pengendalian.

Pembangunan ekonomi kerakyatan di Propinsi Kalimantan Tengah tergambar sebagaimana yang dinyatakan dalam Visi dan Misi Pembangunan Daerah Tahun 2006-2025 yaitu untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, mandiri dan adil. Visi dan misi tersebut juga tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2006-2025.

Eksposisi AHP dalam Riset Operasi Cara Efektif Untuk Mengambil Keputusan

Published by:

Sejak lama manusia berusaha untuk mendapatkan metode yang tepat dalam melakukan peramalan yang lebih efektif. Setelah menggunakan logika berpikir yang sistematis, manusia akhirnya menemukan metode yang terbukti secara empiris dan selalu mendekati kebenaran. Ilmu matematika akhirnya menjadi salah satu pedoman manusia dalam menentukan kebijakan keputusannya. Salah satu bidang ilmu yang menyatukan matematika dan logika dalam kerangka pemecahan masalah adalah Riset Operasi (Operation Research).

Konsep Riset Operasi telah mulai berkembang dalam kemiliteran pada Perang Dunia I. Di Inggris, pada tahun 1914-1915, F.W. Lanchester mencoba merumuskan operasi militer secara kuantitatif dengan menurunkan persamaan-persamaan yang menunjukkan hubungan relatif antara hasil perang dengan kekuatan pertempuran dan kekuatan senjatanya. Selama periode tersebut, yaitu ketika Lanchester merintis Riset Operasi militer di Inggris, Thomas Alva Edison di Amerika Serikat sedang mempelajari proses perang anti kapal selam. Edison mengumpulkan data yang digunakan untuk menganalisis gerakan kapal selam agar kapal laut mampu menghancurkannya. Ia merancang suatu permainan perang yang digunakan untuk mensimulasi persoalan pergerakan yang berhubungan dengan lautan. Ia bahkan menganalisis taktik ”Zig-Zag” dari kapal-kapal dagang dalam menghindari bahaya dari kapal selam.

Di bidang pengawasan persediaan atau inventori, model-model ekonomi dalam berbagai ukuran yang dikenal sekarang mempunyai silsilah yang panjang. Model dan ukuran persediaan ekonomi yang pertama kali dipublikasikan, disusun oleh Ford W. Harris pada tahun 1915. Selanjutnya pada tahun 1917, A.K. Erlang, seorang ahli matematika Denmark yang bekerja di sebuah perusahaan telepon di Kopenhagen, menerbitkan karya pentingnya, ”Pemecahan Beberapa Persoalan dalam Teori Probabilitas Yakni tentang Pentingnya Pola Pemanggilan Telepon secara Otomatis”. Tulisannya tersebut berisi formula waktu tunggu yang telah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip statistik. Formula ini sekarang dikenal sebagai dasar yang penting bagi teori lalu lintas telepon.

Penggunaan statistik inferensi dan teori probabilitas ditopang oleh karyakarya H.F. Dodge dan H.G. Romig, rekan Shewhart di laboratorium Bell Telephone. Mereka mengembangkan teknik pemeriksaan sampling dalam hubungannya dengan pengawasan kualitas, dan mempublikasikan statistik tabel sampling yang meskipun pada mulanya sulit diterima, tetapi sekarang telah digunakan secara luas. Insinyur lain pada laboratorium Bell, T.C. Fry, juga memberi kontribusi berarti terhadap dasar-dasar statistika teori antrian. Kumpulan karya Fry, terbit tahun 1928, mulai mengupas penggunaan teknik probabilitas sebagai dasar pemahaman teori antrian. Selanjutnya Download Here

Perencanaan SDM Perilaku Organisasi

Published by:

Konsep Perencanaan SDM

Merupakan proses pemenuhan TK sesuai dengan kebutuhan (kuantitas) organisasi pada waktu yang tepat, termasuk aktivitas merencanakan jumlah, jenis dan kualitas TK dimasa depan; dan merancang program implementasinya seperti penarikan, seleksi, kompensasi, pelatihan, pengembangan SDM dan kebutuhan pemenuhan informasi TK untuk keperluan perencanaan strategi bisnis

 

PENGERTIAN

Perencanaan SDM Bertujuan untuk menghindari adanya kelebihan atau kekurangan tenaga kerja dengan melaksanakan penempatan yang sesuai pada waktu yang tepat, sesuai dengan kebutuhan, dengan maksud agar perusahaan dapat menekan biaya operasinya sekecil mungkin.

 

Perencanaan SDM

Paradigma Nilai Tambah Termasuk :

Konsentrasi pada Pengadaan (delivery)

Memahami mengapa sesuatu bisa dilaksanakan

Kuasai Kompentensi SDM

Perluas Batas-Batas (Extending Boundaries)

Ukur Dampak Impementasi SDM

 

File ini bisa diunduh gratis dibawah ini

Download Here

 

Modul Pelatihan dan Pengembangan SDM

Published by:

Latar Belakang

Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia telah dilakukan dengan berbagai pendekatan yang bersifat konvensional (pedagogis)

Definisi

Pelatihan adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seorang individu. Pelatihan berkenaan dengan perolehan keahlian-keahlian atau pengetahuan tertentu.

Tujuan Pelatihan

  • Memutakhirkan keahlian seorang individu sejalan dengan perubahan teknologi. Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa setiap individu dapat secara efektif menggunakan teknologi-teknologi baru.
  • Mengurangi waktu belajar seorang individu baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan.
  • Membantu memecahkan persoalan operasional.
  • Mengorientasikan setiap individu terhadap organisasi.

Manfaat Pelatihan

  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas
  • Mengurangi waktu belajar yang diperlukan setiap individu untuk mencapai standard-standar kinerja yang dapat diterima
  • Menciptakan sikap, loyalitas, kerja sama yang lebih menguntungkan
  • Memenuhi persyaratan-persyaratan perencanaan sumber daya manusia
  • Mengurangi jumlah dan biaya kecelakaan kerja
  • Membantu setiap individu dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka

File ini bisa diunduh dibawah ini

Download Here

Informasi Bagi Manajer

Published by:

Informasi Bagi Manajer

Dalam menjalankan fungsinya, manajer sangat membutuhkan informasi untuk membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya, serta menjadikannya sebagai dasar pengendalian.

Peranan informasi terhadap keputusan manajerial.

Semakin lengkap informasi yang diperoleh manajer, mereka akan semakin memiliki kepastian dalam mengambil keputusan.

INGAT tingkatan manajer dalam suatu organisasi.

Tantangan Manajer

Terdapat tiga tantangan yang saling berhubungan yang dihadapi para manajer ketika berhubungan dengan perubahan dunia yang sangat cepat, yaitu :

  • Perlunya memiliki visi
  • Perlunya etika
  • Perlunya kepekaan untuk menanggapi keanekaragaman budaya.

Sejumlah langkah dirumuskan para manajer dalam menghadapi tantangan tsb. Yang perlu diutamakan adalah prioritas pembangunan suatu sistem yang mampu mengalirkan informasi secara akurat dan cepat.

Dalam membangun sistem, manajer dapat menghimpun kekuatan dari kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki para stafnya maupun latar belakang keilmuan yang berbeda-beda.

Perpaduan konsep keilmuan juga diperlukan untuk memperkaya dan menyempurnakan SI berbasis TI yang diharapkan dapat secara efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas informasi di dalam organisasi baik bisnis maupun non bisnis.

Memasuki Lingkungan SI

Sejumlah alasan rasional dihimpun untuk meyakinkan perlunya segera mempersiapkan diri memasuki lingkungan SI berbasis TI, antara lain :

  • Menjadi partisipan aktif dalam revolusi informasi
  • Meningkatkan kualitas SI
  • Memperbaiki proses pembuatan keputusan
  • Meningkatkan produktivitas
  • Kesempatan berkarir lebih besar.
Download Here