ISO 45001:2018

ISO 45001:2018

KUMITU KONSULTAN – Apa itu ISO 45001:2018? Sebagaimana yang dimuat di iso.org, Charles Corrie (Sekretaris ISO/PC 283, sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja) dan Kristian Glaesel (Convenor kelompok kerja ISO/PC 283 yang mengembangkan ISO 45001) mengatakan: ISO 45001 adalah sebuah “milestone”! Sebagai Standar Internasional pertama di dunia yang menangani kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, ISO 45001 menawarkan satu kerangka kerja yang jelas untuk semua organisasi yang ingin meningkatkan kinerja manajemen kesehatan dan keselamatan kerja mereka. Disutradarai di manajemen puncak sebuah organisasi, standar ini bertujuan untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat bagi karyawan dan pengunjung. Untuk mencapai hal ini, sangat penting untuk mengendalikan semua faktor yang mungkin mengakibatkan penyakit, cedera, dan dalam kasus kematian ekstrim, dengan mengurangi dampak buruk pada kondisi fisik, mental dan kognitif seseorang – dan ISO 45001 mencakup semua aspek tersebut.

Walaupun ISO 45001 mengacu pada OHSAS 18001 – acuan ukur pertama untuk kesehatan dan keselamatan kerja- ini adalah standar baru dan berbeda, bukan revisi atau pembaruan, dan secara bertahap akan menggantikan OHSAS 18001 selama tiga tahun ke depan. Oleh karena itu organisasi perlu merevisi pemikiran dan praktik kerja mereka saat ini untuk menjaga kepatuhan organisasi.

Apa perbedaan utama antara OHSAS 18001 dan ISO 45001?

Ada banyak perbedaan, tetapi perubahan utamanya adalah bahwa ISO 45001 berkonsentrasi pada interaksi antara organisasi dan lingkungan bisnisnya sementara OHSAS 18001 fokus pada pengelolaan bahaya kesehatan dan keselamatan kerja serta masalah internal lainnya. Kedua standar ini juga berbeda dalam banyak hal lain, diantaranya :

ISO 45001 berbasis proses – OHSAS 18001 adalah berbasi prosedur

ISO 45001 dinamis dalam semua klausa – OHSAS 18001 tidak

ISO 45001 mempertimbangkan risiko dan peluang – OHSAS 18001 berurusan secara eksklusif dengan risiko

ISO 45001 memasukkan pandangan pihak yang berkepentingan – OHSAS 18001 tidak

Poin-poin ini mewakili perubahan signifikan yang terjadi dalam cara mempresepsikan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Kesehatan dan keselamatan kerja tidak lagi “berdiri sendiri”, tetapi harus dilihat dari dalam perspektif “menjalankan organisasi” yang sehat dan berkelanjutan. Walaupun demikian, meskipun kedua standar berbeda dari segi pendekatan, sistem manajemen yang telah ditetapkan sesuai dengan OHSAS 18001 akan menjadi platform yang kuat untuk bermigrasi ke ISO 45001.

Saya bersertifikat OHSAS 18001. Bagaimana saya memulai migrasi?

Ketika bermigrasi dari OHSAS 18001, beberapa langkah harus diambil untuk persiapan awal sebelum sistem manajemen baru itu sendiri dapat dibentuk. Jika Anda mengikuti urutan di bawah ini, Anda akan baik-baik saja dalam perjalanan  Anda:

Lakukan analisis terhadap pihak yang berkepentingan (yaitu individu atau organisasi yang dapat memengaruhi kegiatan organisasi Anda) serta faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi bisnis organisasi Anda, kemudian tanyakan pada diri Anda sendiri bagaimana risiko ini dapat dikontrol melalui sistem manajemen Anda.

Tetapkan ruang lingkup sistem, sambil mempertimbangkan apa yang akan dicapai oleh sistem manajemen Anda.

Gunakan informasi ini untuk menetapkan proses Anda, evaluasi / penilaian risiko Anda dan, yang paling penting, untuk menetapkan indikator kinerja utama (KPI) untuk proses.

Setelah Anda menyesuaikan semua data ke alat OHSAS 18001, Anda dapat menggunakan kembali sebagian besar dari apa yang sudah Anda miliki di sistem manajemen baru Anda. Jadi, meskipun pendekatannya sangat berbeda, alat dasarnya sama.

Apa yang perlu saya ketahui jika saya baru tahu mengenai ISO 45001?

Jawabannya tergantung pada seberapa banyak yang Anda ketahui tentang sistem manajemen ISO. ISO 45001 mengadopsi Lampiran SL, sehingga standar ini memiliki high-level structure (HLS), teks inti identik dan persyaratan dan definisi yang sama dengan standar sistem manajemen ISO lain yang baru direvisi seperti ISO 9001: 2015 (manajemen mutu) dan ISO 14001: 2015 (pengelolaan lingkungan ). Jika Anda sudah mengenal kerangka kerja umum ISO, maka sebagian besar ISO 45001 tidak akan terasa asing bagi Anda dan Anda hanya perlu mengisi “celah” di sistem Anda.

Jika anda belum tahu banyak tentang sistem manajemen ISO, semuanya bisa jadi sedikit lebih rumit. Standar tidak mudah dipahami ketika Anda membacanya sebagai buku biasa. Anda harus menyadari semua interkoneksi antara klausa spesifik. Saran terbaik bagi anda adalah menemukan kursus pelatihan yang bagus untuk membantu Anda mengetahui potensi penuh standar. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultasi untuk membantu Anda dalam prosesnya.

Saya memiliki sistem manajemen ISO 9001 dan ISO 14001 terintegrasi yang tersertifikasi. Bagaimana ISO 45001 dapat digunakan dengan bersamaan dengan sistem manajemen lain?

Kerangka kerja umum ISO (HLS yang disebutkan sebelumnya) untuk standar sistem manajemen sengaja dikembangkan untuk memfasilitasi integrasi topik manajemen baru ke dalam sistem manajemen organisasi yang ada. Sebagai contoh, ISO 45001 didasarkan cukup dekat pada ISO 14001 karena kami menyadari bahwa banyak organisasi menggabungkan fungsi kesehatan dan keselamatan kerja dan fungsi lingkungan mereka secara internal.

Bagaimana ISO 45001 akan digunakan?

Kami memperkirakan bahwa sebagian besar organisasi akan menggunakan ISO 45001 dengan tujuan untuk membentuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif, dan hanya beberapa organisasi yang menginginkan “pengakuan” ekstra yang didapat dengan sertifikasi. Tidak ada kewajiban untuk sertifikasi ke standar sistem manajemen ISO. Cukup dengan memiliki sistem manajemen formal yang berjalan dengan benar akan membawa banyak manfaat tersendiri untuk organisasi. Sertifikasi hanyalah sebuah dukungan tambahan yang menunjukkan kepada pihak eksternal bahwa Anda telah mencapai kepatuhan penuh terhadap standar tertentu.

Manfaat ISO 45001 tidak ada habisnya bila diimplementasikan dengan benar. Standar ini mensyaratkan bahwa risiko kesehatan dan keselamatan kerja harus ditangani dan dikendalikan. ISO 45001 juga mengambil pendekatan berbasis risiko sebagai dasar sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja itu sendiri, untuk memastikan bahwa sistem manajemennya efektif dan terus ditingkatkan secara kontinu untuk memenuhi “konteks” organisasi yang selalu berubah. Selain itu, standar ini juga memastikan kepatuhan terhadap undang-undang saat ini di seluruh dunia. Dengan semua tindakan ini dikombinasikan akan terbangun reputasi organisasi sebagai “tempat aman untuk bekerja”, membawa sejumlah manfaat, mulai dari mengurangi biaya asuransi hingga meningkatkan moral karyawan dan tentu saja semuanya seiring dengan terus membantu memenuhi target strategis Anda.

Kumitu Konsultan siap mendampingi Perusahaan Anda untuk konsultasi dan sertifikasi ISO 45001:2018. Hubungi Kami (klik di sini).

Sumber : iso.org

The post ISO 45001:2018 appeared first on Konsultan ISO.

Metode Integrasi Sistem ISO (bagian 1 dari 2)

Metode Integrasi Sistem ISO (bagian 1 dari 2)




Seandainya anda mempunyai sertifikasi sistem ISO 9000 kemudian anda menambahkan ISO 22000 dan OHSAS 18000 lalu di lanjutkan dengan ISO 14000 apakah anda mempunyai 4 jilid dokumen?? Kalau seperti itu berarti anda sedang menggali lubang kuburan anda sendiri. Karena anda sedang menyiapkan kerepotan – kerepotan yang terjadi ketika jadwal audit internal atau eksternal datang. Dan hampir bisa di pastikan anda tidak akan menerapkan sistem secara keseluruhan karena anda lebih sibuk menyiapkan diri menghadapi audit eksternal di bandingkan pada fokus continuous improvement yang menjadi tujuan utama Sistem Manajemen ISO. Terkecuali kalo anda mempunyai sumber daya yang berlimpah dengan menunjuk 1 orang sebagai pengendali setiap sistem dan itu jarang terjadi mengingat efisiensi perusahaan menjadi alasan utama. 

Lalu bagaimana caranya supaya ke 2 atau 3 atau 4 sistem berjalan berdampingan?? 1-1 nya cara adalah anda membuat integrasi sistem. Sebuah sistem yang terintegrasi yang memadukan semua komponen sistem tersebut serta kalau perlu menambahkan sistem lain yang terkait. Di beberapa perusahaan besar, anda mungkin sudah tidak lagi mengenal sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan atau sistem keamanan pangan atau sistem manajemen K3 akan tetapi ruh dari ke empat sistem tersebut terasa kental mewarnai pekerjaan masing – masing dept. Anda boleh saja menamai sistem tersebut sebagai manajemen PT XXX. Sebuah sistem yang berupa gabungan dalam beberapa sistem yang mengkolaborasi masing – masing kepentingan sistem. Campuran atau gabungan dari sistem ini bukan merupakan tambal sulam akan tetapi saling memperkuat tanpa menghilangkan ke khasan masing – masing elemen sistem. 
Di perusahaan yang cukup matang dalam berbisnis (umumnya perusahaan besar yang cukup kompleks) maka pendewasaan terhadap pemberlakuan sistem membuat hal ini dapat fokus di lakukan. Akan tetapi tidak menutup pada perusahaan kecil dan menengah untuk melakukannya karena tuntutan pasar yang cukup tinggi terkadang membuat perusahaan mensertifikasi perusahaannya dengan berbagai macam sistem. Lalu bagaimana caranya agar beberapa sistem tersebut dapat menyatu?? Kita akan coba membahasnya di tulisan ini.

Langkah pertama yang anda perlu lakukan adalah mengamati sistem tersebut. Apa saja persamaannya?? Apa saja perbedaannya?? Pada saat ini, hampir seluruh sistem menggunakan pola PDCA = Plan Do Check Action Sebuah pola berkesinambungan dalam melakukan improvement dari sebuah metode. Begitu juga sistem ISO, semuanya menggunakan pola PDCA baik implicit ataupun eksplisit yang tercantum dalam persyaratannya. Ok jadi kita mempunyai 1 persamaan yaitu semua sistem selalu mengandung perencanaan, pelaksanaan, peninjauan dan perbaikan. Lalu apalagi yang sama?? Anda bisa lihat bahwa sistem ISO cenderung menekankan pola dokumentasi sebagai tahap awal perencanaan. Kemudian kita melihat bahwa tingkatan dokumen yang ada selalu seragam dengan menggunakan tingkatan

   1. Manual
   2. SOP
   3. Instruksi kerja
   4. Form

Sebagai catatan,

Pengintegrasian dokumen dalam tulisan ini berdasarkan sistem manajemen mutu yang di tambahkan dengan sistem lainnya. Kenapa ga pake Sistem Manajemen K3 atau lingkungan zul sebagai dasar?? Alasan pertama adalah Sistem Manajemen Mutu dulu yang diterbitkan dan diterapkan serta telah membudaya di perusahaan di banding sistem – sistem lain. Alasan kedua adalah : lllaaahh gw yang nulis, terserah gw dong mau pake cara apa?? Kalao gw mw pake ISO 9000 sebagai dasar lo maw apa?? Hihihihihhihi maaf bcanda buat alasan keduanya :p
Kita juga bisa menentukan ada beberapa prosedur yang selalu muncul dalam upaya melakukan dokumentasi proses terkait ISO yaitu : Prosedur Pengendalian Dokumen, Pengendalian Catatan. Kemudian Untuk melihat keefektifan sistem selalu ada prosedur untuk audit dan tinjauan manajemen serta untuk memperbaiki ketidak sesuaian selalu ada prosedur tindakan koreksi , tindakan pencegahan. Yups akhirnya kita mempunyai prosedur yang selalu di gunakan pada setiap sistem manajemen ISO yaitu :

   1. Prosedur Pengendalian dokumen
   2. Prosedur Pengendalian Catatan
   3. Prosedur Audit
   4. Prosedur tinjauan manajemen
   5. Prosedur tindakan koreksi
   6. Prosedur tindakan pencegahan

Semua prosedur tersebut selalu di persyaratkan dalam setiap sistem manajemen sehingga seluruh prosedur tersebut hendaknya di pergunakan dalam setiap sistem yang sedang di terapkan oleh perusahaan. Terkecuali untuk ISO 9000 dan ISO 22000 maka anda harus menambahkan prosedur pengendalian ketidak sesuaian untuk memastikan produk yang tidak sesuai tidak tercampur dengan produk yang baik. Jadi tambahkan dalam dokumen integrasi anda untuk melengkapi kesamaan dari masing – masing sistem tersebut ebuah prosedur

  • Prosedur Pengendalian Ketidak sesuaian

Tetapi bila anda tidak menerapkan ISO 9000 dan ISO 22000 maka prosedur ini boleh saja tidak di tambahkan. Saya pribadi selalu menyarankan untuk menambahkan saja prosedur ini dalam upaya melengkapi sistem yang di jalankan.

Langkah kedua adalah bagaimana setiap prosedur mencakup keseluruhan sistem. Ada 2 prosedur yang harus anda perhatikan yaitu :

1. Prosedur pengendalian dokumen

Umumnya perusahaan menggunakan pengkodean dokumen untuk melakukan identifikasi dokumen. Nah tugas anda adalah bagaimana melakukan identifikasi agar pengkodean SOP, Instruksi kerja dan form yang digunakan memang sesuai dengan sistem. Ambil contoh seperti ini :

Misal anda menggunakan pengkodean SOP adalah sbb :

AAA / SOP / 01

dengan :

AAA = kode perusahaan PT ASYIK ASYIK AJA
SOP = Standar Operation Procedure = kode dokumen yang menunjukkan identitas dokumen sebagai prosedur
01 = Penomoran dokumen yang bersifat progressif 01, 01, 03 dst

Kita akan menambahkan kode – kode tertentu dalam penomoran dokumen untuk membedakan apakah prosedur tersebut hanya untuk sistem tertentu atau di gunakan untuk sistem lainnya. Misal anda membubuhkan kode Q (quality) untuk ISO 9000, S (safety) untuk OHSAS, E (environment) untuk ISO 14000 dan F (food) untuk ISO 22000 dan L (laboratory) untuk ISO 17025. Sehingga kode prosedur anda sekarang adalah :

AAA / SOP/Q/01 untuk prosedur yang terkait dengan sistem manajemen mutu ISO 9000.

AAA / SOP/E/01 untuk yang terkait dengan ISO 14000 dst..

Sampe sini nyambung yang saya maksud…??

Lanjut untuk kasus berikutnya, bagaimana kalao 1 prosedur digunakan untuk 2 atau 3 sistem. Contoh Prosedur untuk mematuhi peraturan dan perundang – undangan di minta oleh ISO 14000 dan OHSAS 18000. Untuk menjaga konsistensi dan supaya ga pusing bikin kode lainnya yawdah gabungin aja kedua kode tersebut dengan penomoran standar yang ada
Misal :.

Prosedur Pematuhan Peraturan  dengan kode dokumen AAA/SOP/ES/01
atau anda bisa juga tulis dengan kode dokumen                  AAA/SOP/E/S/01
Gampangkan?? 🙂

Nah tadi kita udah lihat ada prosedur yang selalu di pakai oleh seluruh sistem. Di karenakan prosedur ini menjadi tugas wakil manajemen (ISO 9000, 14000, OHSAS 18000) atau Manajer Mutu (ISO 17025) atau Ketua Tim Keamanan Pangan (ISO 22000) maka untuk memudahkan pengkodean dapat di lakukan dengan menggunakan kode MR atau dengan alasan bahwa prosedur2 diatas adalah prosedur sistem manajemen anda bisa mengkodekan dengan MS(Management System) daripada anda mengurut keseluruhan kode menjadi QESFL

Untuk Instruksi Kerja dan formulir dapat menggunakan pola di atas sehingga konsistensi pengkodean dapat di jaga. Oh ya untuk manual, kalau anda biasa menggunakan manual/pedoman/panduan mutu untuk sistem manajemen mutu maka bila anda sudah mencoba mengkombinasikan dan mengintegrasikan sistem saya menganjurkan anda membuat nama sendiri.
Misal :
(hanya) MANUAL atau MANUAL PERUSAHAAN atau saya lebih sering menggunakan kata – kata MANUAL SISTEM dikarenakan kita sedang membentuk sistem dan bisa menambahkan sistem apa saja kedalam manajemen perusahaan tanpa mengubah kata – katanya. Bayangkan bila awalnya anda membuat MANUAL MUTU kemudian di tambahkan ISO 14000 anda mengubah menjadi MANUAL MUTU DAN LINGKUNGAN trus tambah lagi K3 wedew..akan panjang banget tuh nama manual hehehe Tapi untuk nama ini silahkan aja menentukan sendiri namanya sesuai dengan kepentingan dan tujuan dari perusahaan.

Hohoho bagian sederhana tapi terkadang memusingkan sudah kita bahas !!!  nexttt……….!!!!!!!!!

2. Prosedur tinjauan manajemen
Kita tahu ada 7 input dan 3 output dalam ISO 9000 (hihihi gw faith of comply yah?? :p ) Gini, kalo anda ga inget apa aja 7 input dan 3 output tinjauan manajemen coba lihat di klausul 5.6 ISO 9000 tentang tinjauan manajemen. Di situ di jelaskan bahwa setiap tinjauan manajemen mutu harus membahas 7 hal dan menghasilkan 3 hal. (tapi gw ga punya standarnya zul?? Gimana mw lihat?? Reply : yawdah donlot aja di box.net gw, tuh ada di bawah tinggal klik aja nama filenya).

Pada umumnya pola tinjauan manajemen adalah melaporkan kegiatan kemajuan penerapan sistem dengan ukuran dan tujuan berbeda tergantung sistemnya kepada top management / direksi. Nah harap anda perhatikan ukuran dan tujuan sistem terkait yang di terapkan. Kalau anda integrasikan ke 14000 lihat inputnya apa aja dan tambahkan ke input tinjauan manajemen begitu juga OHSAS dan sistem lainnya. Kalau output dari sistem selalu sama terdiri dari hasil meeting, rencana tindak lanjut dan kebutuhan sumber daya.
Jadi nanti tinjauan manajemen anda akan lebih banyak pembahasan dan rencana kerjanya tergantung banyaknya sistem yang anda integrasikan di perusahaan.

Nah itu yang krusial di integrasi dokumen.

Selanjutnya adalah anda tinggal membuat prosedur – prosedur yang dibutuhkan sesuai dengan sistem yang diterapkan. Nah permasalahan berikutnya adalah prosedur – prosedur aja yang yang bisa di terapkan dalam 2 atau sistem? 
Sebenarnya tekniknya sangat sederhana. Anda punya standar?? Lihat di bagian paling bawah setelah sekian banyak persyaratan. Di situ selalu ada appendix yang menjelaskan hubungan antara ISO 9000 dengan standar terkait. (ini yang jadi salah satu alasan kenapa saya menulis berdasarkan ISO 9000 bukan sistem lain). 

Jadi konsepnya adalah anda membuat prosedur kemudian mengkaitkan dengan persyaratan yang ada terus lihat hubungannya dengan ISO 9000. Kalo topiknya nyambung maka anda harus membuat prosedur yang terkait dengan sistem yang nyambung tadi. Kebayang?? Kalo masih ga kebayang saya coba uraikan lebih jelas pada tulisan bagian 2 dari integrasi sistem ini.
Seperti biasa.kritik dan sarannya sangat di tunggu 



wrote by zulkhaidarsyah with spirit 4 share 
Semua Ilmu adalah Milik ALLAH semata. kekurangan ilmu adalah semata2 karena keterbatasan kemampuan kami

Definisi Serta Pengertian ISO 9001:2008

Definisi Serta Pengertian ISO 9001:2008
Definisi Serta Pengertian ISO 9001:2008

Definisi Pengertian ISO

Badan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu ini awal mula di bangun oleh satu badan internasional di Swiss yang berkedudukan di Genewa, Swiss. Dimana dikeluarkan pertama kali pada tahun 1987 dan telah mengalami perubahan / revisi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1994 dan 2008. 
Perlu diketahui Standar ISO 9001 dimaksudkan untuk berlaku bagi semua organisasi dengan berbagai skala dan bidang industri dengan tidak mensyaratkan cara tertentu tentang bagaimana organisasi harus memenuhi persyaratan, melainkan “hanya menunjukkan mengenai pedoman yang harus dipenuhi”. Ini lebih kedalam apa yang bisa “perusahaan” lakukan untuk mengelola proses, atau aktivitas, sehingga produk atau jasa memenuhi tujuan (visi misi yang telah ditetapkan perusahaan tersebut. 

Contoh :

  • Persyaratan kualitas pelanggan,
  • Lingkungan
  • Sesuai dengan peraturan
Menurut wikipedia ISO 9001 adalah standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.
Generic standar berarti standar yang sama dapat diterapkan pada berbagai organisasi, besar atau pun kecil, apapun product dan layanannya, dalam sembarang actifitas suatu sektor, dan apakah itu adalah perusahaan business, layanan public atau departemen pemerintahan dan menurut prinsip ISO, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas, dan kinerja.
Ini bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas yang merujuk kepada perbaikan seperti : Audit internal, audit oleh klien, dan audit oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga independen.

Langkah Dalam Penerapan ISO 9001:2008

Langkah Dalam Penerapan ISO 9001:2008
Langkah Dalam Penerapan ISO 9001:2008 

Langkah Implementasi ISO 9001:2008 Dalam Perusahaan

Ada 6 dasar implementasi ISO yang sangat perlu diketahui oleh anda yang memiliki rencana membangun manajemen kualitas yang konkrit dalam sebuah perusahaan. Kendati tak mudah tapi jika dilakukan bersama pastilah akan terwujud.
Berikut ulasannya :
Tahap 1 : Gap Analysis
Akan menganalisis proses dan prosedur yang selama ini sudah berjalan disuatu organisasi, setelah itu bisa diketahui seberapa besar ‘gap’ antara proses yang sudah berjalan dengan yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008. Hasil dari gap analysis ini akan menjadi acuan sistem manajemen mutu di organisasi tersebut.
Tahap 2 : Pelatihan dan Persiapan
KONSULTAN ISO 9001 akan memberikan pelatihan pemahaman terhadap ISO 9001:2008 agar para karyawan mempunyai pemahaman yang cukup terhadap ISO 9001:2008. Sehingga proses penerapan ISO 9001:2008 dapat berjalan dengan lancar.

Tahap 3 : Pengembangan Sistem dan Dokumen
Konsultan ISO 9001 akan membimbing dalam pembuatan dokumen yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008 mulai dari manual mutu, prosedur wajib, instruksi kerja, sampai form-form yang harus dibuat. Konsultan ISO 9001 juga akan membenahi sistem manajemen mutu yang berlaku di perusahaan agar sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh ISO 9001:2008.

Tahap 4 : Implementasi Sistem dan Dokumen
Pada tahapan ini, organisasi wajib menerapkan sistem manajemen mutu yang sesuai dengan ISO 9001:2008. ISO 9001:2008 sendiri wajib diterapkan minimal selama tiga bulan sebelum mengajukan diri untuk diaudit oleh Badan Sertifikasi. Selama tahapan ini, Konsultan ISO 9001 akan memonitor penerapan untuk menjamin semua prosedur yang telah dibuat dijalankan dan semua rekaman dibuat dan dipelihara.
Tahap 5 : Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
Audit internal dan Tinajauan Manajemen adalah dua kegiatan yang wajib dilakukan oleh organisasi yang menerapkan ISO 9001:2008. Dua kegiatan itu dilakukan untuk menjamin semua persyaratan yang diminta oleh ISO 9001:2008 telah dipenuhi. Untuk menjamin pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen berjalan dengan baik, Konsultan ISO 9001 akan memberikan pelatihan bagaimana melakukan audit internal di dalam sebuah organisasi. Setelah itu, Konsultan ISO 9001 akan mengawasi pelaksanaan internal audit dan tinjauan manajemen.
Tahap 6 : Sertifikasi
Sebelum audit dilakukan oleh Badan Sertifikasi, Konsultan ISO 9001 akan melakukan pre-assesment audit. Audit ini dilakukan untuk meminimalisir adanya temuan atau ketidaksesuaian pada saat audit dilakukan oleh Badan Sertifikasi.
Semua langkah diatas dilakukan untuk menjamin bahwa perusahaan dapat memperoleh manfaat dari penerapan ISO 9001:2008 dan juga sertifikat dari Badan Sertifikasi yang diakui.
Semoga bermanfaat
SALAM SUKSES

Apa Itu ISO?

Apa Itu ISO?

KUMITUKONSULTAN.COM – Beberapa orang menganggap ISO adalah singkatan dari International Standard Organization atau Organisasi Standar Internasional, padahal bukan. Kepanjangan dari ISO sebenarnya yaitu International Organization for Standarzation. Nah, karena kepanjangan itu mempunyai akronim berbeda di beberapa bahasa (dalam bahasa Inggris disingkat IOS, dalam bahasa Perancis disingkat OIN dari Organisation internatiole de normalization). Para pendiri memutuskan untuk menyatukannya ke dalam ISO. ISO berasal dari bahasa isos Yunani, artinya sama. Apa pun negara, apa pun bahasanya, kita selalu ISO.

Apa itu ISO?

Sudah dijelaskan tentang istilah ISO dan kepanjangan ISO. Berikutnya bukan lagi menyoal apa itu ISO, sejarah ISO juga penting untuk kita ketahui.

Sejarah ISO

Pada tahun 1946, delegasi dari 25 negara berkumpul di London. Mereka membahas masa depan standardisasi, dan saat itulah sejarah ISO dimulai. Setahun kemudian, ISO secara resmi menjalankan tugas sebagai organisasi standardisasi internasional. Tepatnya yaitu pada 23 Februari 1947. Setelah Perang Dunia II, para pendiri melihat ISO adalah kunci untuk merekonstruksi dunia.

Tujuan ISO yaitu memfasilitasi koordinasi dan penyatuan standar yang dikembangkan oleh badan anggotanya. Semua anggota ISO mempunyai entitas standardisasi nasional di negara masing-masing. Sejak resmi bertugas, para pendiri memutuskan bahwa ISO akan terbuka kepada setiap negara yang ingin berkolaborasi dengan ISO. Jelas, ISO ingin kolaborasi tersebut dengan hak yang sama dan kewajiban yang sama.

Sampai saat ini, prinsip-prinsip para pendiri ISO masih berlaku. Anggota ISO kini telah berkembang, memasukkan 163 anggota dari hampir setiap negara di dunia. Standardisasi suda berlangsung lama, dan Standar Internasional ISO yang kini mencakup hampir semua aspek pada bisnis dan teknologi akan terus memastikan perubahan positif dalam perkembangan di dunia.

Manfaat ISO

Dengan standar ISO produk dan layanan dijaga kualitas dan keamanannya. ISO mempunyai beberapa manfaat, seperti mengurangi biaya dengan meminimalkan limbah dan kesalahan serta meningkatkan produktivitas. ISO membantu perusahaan mengakses pasar baru, terutama untuk negara-negara berkembang. Yang utama yaitu secara tidak langsung ISO memfasilitasi perdagangan global yang bebas dan adil.

Kumitu Konsultan siap mendampingi Anda dan perusahaan Anda untuk konsultasi dan sertifikasi ISO. Hubungi Kami (klik di sini).

The post Apa Itu ISO? appeared first on Konsultan ISO.

Standar ISO yang Baru dan Ketahanan Organisasi

Standar ISO yang Baru dan Ketahanan Organisasi

Kumitu Konsultan – Ketahanan adalah kunci bagi bisnis yang ingin berkembang di dunia yang senantiasa berubah. Standar ISO yang baru diterbitkan untuk membantu menempatkan organisasi dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Perubahan iklim, krisis ekonomi dan trend konsumen hanyalah beberapa perangkap yang dapat secara dramatis mempengaruhi cara organisasi melakukan bisnis dan bertahan. Ketahanan organisasi adalah kemampuan perusahaan untuk menyerap dan menyesuaikan diri dengan ketidakpastian tersebut, sambil terus fokus pada tujuan yang ingin dicapai.

Standar baru, ISO 22316 , Keamanan dan Ketahanan – Ketahanan Organisasi, menyediakan kerangka kerja untuk membantu organisasi membuktikan bisnis mereka di masa depan, merinci prinsip, atribut dan aktivitas utama yang telah disepakati oleh para ahli dari seluruh dunia.

James Crask, Convenor kelompok kerja ISO / TC 292 WG 2, kelompok ahli yang mengembangkan standar tersebut, mengatakan bahwa memperbaiki ketahanan organisasi memastikan bahwa mereka tidak hanya lebih baik ditempatkan untuk mengantisipasi dan merespons risiko potensial, namun juga dapat memanfaatkan peluang juga. .

“Standar ini mengambil pandangan luas tentang hal-hal yang dapat mendorong ketahanan dalam sebuah organisasi; Banyak di antaranya adalah perilaku dan secara historis telah diabaikan. Inilah sebabnya mengapa salah satu prinsip utama standar ini adalah membantu mereka mengembangkan budaya yang mendukung ketahanan.

“Ini juga melibatkan pembangunan berdasarkan bentuk manajemen risiko yang ada, memiliki nilai bersama dan kesadaran akan perubahan konteks, sementara didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan diberdayakan.”

ISO 22316 dikembangkan oleh kelompok kerja WG 2, Continuity dan ketahanan organisasi , komite teknis ISO / TC 292, Keamanan dan ketahanan.

The post Standar ISO yang Baru dan Ketahanan Organisasi appeared first on Konsultan ISO.

Implementasi ISO 9001 dan Dapatkan Manfaatnya!

Implementasi ISO 9001 dan Dapatkan Manfaatnya!

KUMITU KONSULTAN – Standar sistem manajemen mutu ISO 9001 menawarkan beragam manfaat bagi sebuah organisasi, berlaku untuk berbagai ukuran perusahaan, atau sektor yang ingin memperbaiki proses manajemen dan operasional internal mereka. Perusahaan yang menerapkan standar ini di seluruh organisasinya, termasuk departemen atau divisi tertentu dari perusahaan, tidak perlu diragikan lagi mutunya.

Manfaat diterapkannya ISO 9001

Manfaat ISO 9001 tidak dilebih-lebihkan. Perusahaan besar dan kecil telah mendapatkan manfaat besar dari penggunaan standar ini dengan menemukan penghematan biaya dan efisiensi. Berikut adalah penjelasan dari enam manfaat utama dan mengapa mereka penting:

Peningkatan kredibilitas dan citra Anda – Karena ISO 9001 adalah standar yang diakui secara internasional, maka menjadi dasar untuk menciptakan sistem manajemen mutu di seluruh dunia, menggantikan banyak persyaratan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Ketika perusahaan mencari pemasok, seringkali persyaratan untuk memiliki Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001 dipertimbangkan. Hal ini terutama terjadi jika Anda bersaing untuk pekerjaan sektor publik di banyak negara. Mencapai sertifikasi ISO 9001 bisa menjadi alat pemasaran yang hebat.

Peningkatan kepuasan pelanggan – Salah satu prinsip manajemen mutu yang menjadi dasar persyaratan ISO 9001 adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan merencanakan dan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan meningkatkan kepuasan pelanggan, Anda akan mempertahankan lebih banyak pelanggan berulang karena pelanggan yang bahagia dan puas adalah kunci untuk menjaga loyalitas pelanggan. Dan pelanggan tersebut menghasilkan tambahan pendapatan.

Integrasi proses yang lebih baik – Dengan melihat keseluruhan interaksi proses melalui pendekatan proses ISO 9001, Anda akan dapat lebih mudah menemukan peningkatan efisiensi dan penghematan biaya. Hal ini dilakukan dengan menghilangkan limbah yang bisa terjadi bila proses dipertahankan tanpa melihat adanya inefisiensi yang bisa timbul selama proses handoff. Alur proses yang lebih baik juga dapat digunakan untuk mendorong efisiensi terhadap kesalahan yang lebih sedikit dan menghasilkan rework, yang dapat meningkatkan penghematan biaya.

Perbaiki bukti Anda untuk pengambilan keputusan – Prinsip manajemen mutu ISO 9001 adalah kebutuhan untuk menggunakan pengambilan keputusan berbasis bukti. Dengan mengemudikan keputusan berdasarkan bukti, bukan pada “firasat”, Anda dapat lebih fokus untuk menerapkan sumber daya ke area yang akan meningkatkan efisiensi dan meningkatkan penghematan biaya dengan sedikit trial and error untuk menemukan keputusan yang tepat. Selain itu, dengan memantau proses yang Anda tingkatkan, Anda akan dapat melihat seberapa banyak peningkatan yang terjadi berdasarkan data.

Menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan – Perbaikan terus-menerus adalah prinsip manajemen mutu ketiga ISO 9001. Dengan mengadopsi budaya ini untuk memperbaiki proses dan output organisasi, Anda akan menemukan efisiensi dan penghematan biaya, termasuk penggunaan proses sistematis saat masalah terjadi agar Mengurangi dampak dari masalah dan meningkatkan kecepatan pemulihan. Dengan terus berkembang, meningkat dari tahun ke tahun, perusahaan dapat melihat manfaat berkelanjutan dari hal ini.

Keterlibatan karyawan – Karyawan yang terlibat dalam perbaikan proses kerja mereka adalah karyawan yang lebih bahagia dan lebih terlibat. Siapa yang lebih baik daripada orang-orang yang mengerjakan proses untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki sebaik mungkin, dan untuk membantu menguji dan memajukan perbaikan ini saat diterapkan? Pegawai yang terlibat lebih produktif dan akan membantu perusahaan memperbaiki dan menghemat lebih baik, terutama saat mereka mengerti bagaimana kualitas proses bergantung pada mereka.

Keuntungan menerapkan ISO 9001 lainnya:

  • Meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan loyalitas pelanggan yang mengarah pada bisnis yang berulang.
  • Peningkatan pendapatan dan pangsa pasar diperoleh melalui respon yang fleksibel dan cepat terhadap peluang pasar.
  • Integrasi dan penyelarasan proses internal yang akan menghasilkan peningkatan produktivitas dan hasil.
  • Peningkatan kinerja bisnis dan manajemen biaya yang lebih baik.
  • Memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentingan mengenai konsistensi, efektifitas dan efisiensi organisasi.
  • Meningkatnya kredibilitas dan daya saing di pasaran .Konsistensi dalam pengiriman produk atau layanan Anda.
  • Turunkan biaya dan waktu siklus yang lebih pendek melalui penggunaan sumber daya secara efektif.
  • Peningkatan proses komunikasi, perencanaan dan administrasi.

Kumitu Konsultan siap membantu organisasi Anda menerapkan standar ISO 9001: 2015. Klik di sini untuk mendapat proposal penawaran dari Kami.

The post Implementasi ISO 9001 dan Dapatkan Manfaatnya! appeared first on Konsultan ISO.

Ketahui! Manfaat Penerapan ISO 9001

Ketahui! Manfaat Penerapan ISO 9001
Manfaat Penerapan ISO 9001

Manfaat Penerapan sistem manajemen Mutu ISO 9001:2008

  • Untuk menetapkan standar dan membakukan proses kerja serta penanggung jawabnya
  • Untuk memastikan standar kerja tetap pada perusahaan, bukan pada individukaryawannya
  • Untuk memastikan proses tetap berkelanjutan, walaupun ada perubahan personel
  • Sebagai alat bantu training untuk karyawan baru
  • Untuk menghindari perubahan tanpa adanya pemberitahuan
  • Sebagai referensi dan bukti tertulis yang standar sehingga proses bisa diaudit
  • Bisa digunakan untuk pengembangan organisasi
  • Memenuhi kebutuhan pasar
Ini berbanding terbalik jika suatu perusahaan /Organisasi tidak menjalankannya, berikut konsekuensinya :
  • Tidak ada instruksi kerja / informasi tertulis
  • Instruksi kerja tidak ditaati
  • Tidak ada record (rekaman)
  • Record sukar ditemukan
  • Dokumen-dokumen tidak terkontrol
  • Melakukan perubahan yang bukan wewenangnya
  • Peralatan inspeksi tidak dikalibrasi
  • Meletakan barang tidak pada tempatnya
  • Status barang tidak jelas
  • Komplain Pelanggan tidak ditangani sampai tuntas
  • Target dan sasaran perusahaan tidak jelas
  • tidak ada improvement dan efisiensi
Semoga bermanfaat

SALAM SUKSES

Implementasi ISO 14001 pada Industri Manufaktur

Implementasi ISO 14001 pada Industri Manufaktur

KUMITU KONSULTAN – Industri manufaktur adalah industri yang memiliki kaitan yang sangat erat dengan lingkungan hidup. Betapa tidak, suara-suara yang dihasilkan dari mesin-mesin produksi dapat berpotensi menghasilkan pencemaran suara. Alat-alat transportasi yang digunakannya dapat berpotensi menghasilkan pencemaran getaran dan debu. Pemakaian air tanah yang berlebihan, air buangan yang belum memenuhi baku mutu, rembesan minyak pelumas, kebocoran bahan bakar berpotensi menghasilkan pencemaran air. Lalu gas-gas yang dihasilkan dapat berakibat pada pencemaran udara bila tidak diperhatikan.

Apabila industri manufaktur tidak menangani hal-hal di atas secara baik, tentunya akan berakibat buruk pada perusahaan. Selain terancam pencabutan izin operasi, perusahaan juga akan memperoleh banyak tuntutan dari masyarakat sekitar maupun LSM lingkungan hidup yang akan menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan menjadi besar. Selain itu, juga akan menutup peluang perusahaan untuk dapat memasarkan produknya ke perusahaan-perusahaan yang terkenal ramah lingkungan.

Lalu bagaimana agar perusahaan manufaktur mampu mengendalikan risiko pencemaran lingkungan hidupnya? Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 adalah solusi yang tidak bisa ditawar lagi bagi perusahaan manufaktur. ISO 14001 telah terbukti efektif di dunia untuk mengendalikan aspek lingkungan hidup. Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah penerapan ISO 14001 tersebut pada industri manufaktur.

Langkah awal implementasi ISO 14001 dimulai dengan intrepretasi klausa ISO 14001 pada proses kerja perusahaan. Pertanyaan yang harus dijawab oleh konsultan serta perusahaan adalah proses-proses apa saja yang memiliki risiko pencemaran lingkungan hidup? Apa saja risiko pencemaran lingkungan hidup yang mungkin terjadi? Bagaimana mengukur & mengklasifikasikannya? Bagaimana mengendalikannya? Fasilitas apa saja yang dibutuhkan? Keahlian apa saja yang harus dimiliki oleh SDM-nya? Bagaimana bila terjadi bencana secara tiba-tiba? Apabila pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab secara tepat, kita akan mampu menyusun sistem yang sesuai dengan karakteristik proses & risiko pencemaran lingkungan hidup yang ada pada perusahaan.

Setelah intrepretasi standar, langkah selanjutnya adalah penyusunan sistem & dokumen ISO 14001. Beberapa prosedur Sistem Manajemen Lingkungan yang dipersyaratkan standar ISO 14001 wajib disiapkan, sedangkan beberapa prosedur operasi khusus perlu disiapkan pula antara lain seperti prosedur tanggap darurat, ataupun prosedur identifikasi aspek & bahaya lingkungan hidup.

Setelah penyusunan sistem & dokumen, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan sistem. Hasil dari implementasi ini berupa record kegiatan penerapan sistem tersebut. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. agar proses implementasi dapat berjalan dengan efektif, yaitu disarankan perusahaan memiliki Tim Lingkungan (biasanya digabung dengan tim K3 menjadi K3L) yang berfungsi memantau pelaksanaan & kondisi lingkungan di perusahaan tersebut.

Apabila implementasi telah dilaksanakan, maka perusahaan melakukan kegiatan audit internal yang berfungsi untuk memastikan apakah sistem berjalan secara efektif atau tidak? Apabila proses internal audit telah dilakukan, perusahaan dapat melakukan rapat tinjauan manajemen. Tinjauan manajemen ini dapat dilakukan Manajemen Puncak berbarengan dengan rapat evaluasi kuartal ataupun semester. Apabila seluruh proses telah dijalankan, maka perusahaan dapat melanjutkan ke tahap sertifikasi oleh badan sertifikasi independen untuk memperoleh sertifikat pengakuan implementasi ISO 14001.

Dengan telah diperolehnya sertifikasi ISO 14001, maka industri manufaktur tersebut baru memasuki tahap awal (tahap taat azas/compliance) pemenuhan manajemen lingkungan. Hasil implementasi tersebut perlu dilakukan evaluasi guna dapat senantiasa meningkatkan perbaikan terhadap sistem manajemen lingkungan yang telah diterapkan perusahaan.

Kumitu Konsultan siap membantu organisasi Anda menerapkan standar ISO 14001: 2015. Klik di sini untuk mendapat proposal penawaran dari Kami.

The post Implementasi ISO 14001 pada Industri Manufaktur appeared first on Konsultan ISO.

Evolusi Standard ISO 9001

Evolusi Standard ISO 9001

Penekanan pada evolusi standard ISO 9001
Tahun 1987 dan 1994, ISO 9001 
 menjelaskan mengenai 20 elemen sistem manajemen 
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Tahun 2000 dan 2008, ISO 9001 
 menjelaskan mengenai pendekatan proses sistem manajemen mutu 

Tahun 2015, ISO 9001 
menjelaskan mengenai sistem manajemen mutu berdasarkan resiko. Dalam hal ini, suatu organisasi perlu merencanakan dan menerapkan kegiatan untuk mengenali resiko dan peluang, menetapkan dasar untuk meningkatkan keefektifan Sistem Manajemen Mutu (SMM), melakukan perbaikan atas hasil dan mencegah dampak negatif.//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});